Berita Karimun

Polres Karimun Tahan Mantan Kadinsos Selama 20 Hari, Ini Alasan Kasatreskrim!

Setelah enam bulan ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik, akhirnya mantan Kepala Dinsos Kabupaten Karimun, Indra Gunawan ditahan

Polres Karimun Tahan Mantan Kadinsos Selama 20 Hari, Ini Alasan Kasatreskrim!
tribunbatam/elhadif putra
Indra Gunawan (kemeja biru lunak) digiring ke sel tahanan Polres Karimun, Rabu (16/5/2018) 

TRIBUNBATAM.ID, KARIMUN-Setelah enam bulan ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik, akhirnya mantan Kepala Dinsos Kabupaten Karimun, Indra Gunawan ditahan.

Dari pantauan Tribun di Mapolres Karimun, Indra digiring dan dimasukkan ke sel tahanan pada, Rabu (16/5/2018) sore, tepatnya pukul 15.30 WIB. Indra yang menggunakn kemeja berwarna biru lunak berjalan dengan cepat menghindari jepretan kamera pewarta.

Baca: Mengejutkan! Inilah 6 Ciri Mata Penanda Serangan Penyakit di Tubuh Anda! Nomor 6 Waspadai!

Baca: Jangan Sepelekan! Inilah 10 Ciri Kuku Penanda Penyakit Berbahaya di Tubuh Anda!

Baca: Terungkap! Inilah 9 Sayuran Rumahan Penurun Kolesterol Jahat di Tubuh! Nomor 8 Mengejutkan!

Pria yang juga pernah menjabat sebagai Kepala Kesbangpol Kabupaten Karimun itu ditahan tepat sehari sebelum masuknya bulan Ramadan.

Penahanan Indra dilakukan berdasarkan surat penahanan dengan nomor : sprint.han/42/V/Res.3.3/2018/Tipidkor-Reskrim, tanggal 16 Mei 2018. Penahan. Indra Gunawan selama 20 hari.

Tersangka dugaan kasus korupsi penyelewengan dana administrasi umum Dinas Sosial Kabupaten Karimun tahun 2014-2016 tersebut tiba di Mapolres pada Rabu pagi memenuhi panggilan penyidik Satreskrim.

"Dia datang sekitar jam 10 memenuhi pemanggilan kita didampingi dua kuasa hukumnya," kata Kasat Reskrim Polres Karimun, AKP Lulik Febyantara melalui Kanit Tipidkor, Iptu Binsar Panjaitan.

Jelang ditahan, penyidik sempat melakukan pemeriksaan. Indra mendapatkan sebanyak lima pertanyaan yang fokus ke masalah pengembalian kerugian negara. Namun Indra masih menyatakan pikir-pikir dulu. Menurut penghitungan BPKP Kepri, kerugian negara pada kasus ini sekitar Rp 3,1 miliar.

"Karena prinsip di Tipidkor, diharapkan adanya pengembalian kerugian negara. Meski tetap menjalani proses hukum tapi bisa menjadi pertimbangan di pengadilan," tambah Binsar.

Binsar menyebutkan pihaknya telah melaksanakan seluruh mekanisme pemeriksaan. Setidaknya sebanyak 50 saksi termasuk saksi ahli serta ditambah barang bukti dirasa telah cukup dan siap dilimpahkan ke kejaksaan.

"Masa penahanan 20 hari. Tapi rencananya besok tersangka dan kelengkapan berkas sudah kita serahkan. Selama ini kenapa tidak kita tahan karena dia pejabat yang bisa dilihat dan juga koperatif," paparnya. (*)

Penulis: Elhadif Putra
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help