Berita Anambas

Heboh! Tunjangan Kesra Pegawai Sejumlah OPD di Anambas Dipotong, Ini Kata Sekda!

Tunjangan kesejahteraan (Kesra) pegawai sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Anambas mengalami pemotongan. Ini pemicunya!

Heboh! Tunjangan Kesra Pegawai Sejumlah OPD di Anambas Dipotong, Ini Kata Sekda!
istimewa/kompas.com
Ilustrasi 

TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS-‎Tunjangan kesejahteraan (Kesra) pegawai sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mengalami pemotongan.

Penyebabnya, capaian realisasi keuangan sejumlah OPD yang tidak mencapai target. Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas, Sahtiar mengatakan, terdapat pola yang diterapkan dalam pemotongan tunjangan kesra ini.

Baca: Inilah Suku Lingon! Bule Asli Indonesia dengan Mata Biru dan Keberadaannya Misterius!

Baca: Mengejutkan! Inilah 6 Ciri Mata Penanda Serangan Penyakit di Tubuh Anda! Nomor 6 Waspadai!

Baca: Jangan Sepelekan! Inilah 10 Ciri Kuku Penanda Penyakit Berbahaya di Tubuh Anda!

Ia mencontohkan, salahsatu OPD yang capaian keuangannya di bawah 75 persen, maka pembayaran kesranya diberikan berdasarkan presentase itu.

"Misalnya capaiannya hanya 60 persen. Maka, yang dibayar kesranya hanya 75 persen. Tetapi, kalau di atas 75 persen, maka pembayaran kesranya dibayarkan utuh," ujarnya, Kamis (17/5/2018).

Ditemui di kantor Bupati Anambas, OPD seperti Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora‎) Kabupaten Kepulauan Anambas sudah terkena pemotongan kesra itu. Menyusul kemudian Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Permukiman Anambas yang rencananya dilakukan pada bulan ini.

Asisten Administrasi Umum dan Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas, Sahtiar.
Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas, Sahtiar. (TRIBUNBATAM/SEPTYAN MULIA ROHMAN)

Sahtiar pun tidak mengelak kalau kebijakan ini ‎berdampak menyeluruh pada seluruh pegawai di OPD. Artinya, bidang atau pegawai yang menunjukkan kinerja dan target yang tercapai juga terkena dampak pemotongan kesra ini.

Ia kemudian mengatakan, kalau sistem Analisa Jabatan (anjab) diterapkan, maka penilaian dan pemotongan kesra itu akan dikenakan hanya ke orang tertentu yang tidak bisa mencapai target saja.

"Memang seharusnya kita sudah berbicara ‎orang per orang. Untuk saat sekrang, memang OPD secara keseluruhan. Mungkin dalam evaluasi ini (sistem) anjab akan masuk. Kebetulan ketua timnya Asisten satu. Mungkin, saat Beliau pulang nanti hal itu akan dikoordinasikan kembali," ungkapnya.

Langkah pemotongan kesra yang dilakukan Pemerintah Daerah ini pun, mendapat dukungan dari Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Kepulauan Anambas, Rocky Hasudungan Sinaga. Menurutnya, langkah ini diperlukan agar target dan program serta capaian kerja pada tiap-tiap OPD dapat berjalan optimal.

"Mengenai hal itu, kami mendukung. Artinya, tiap-tiap OPD dapat bekerja lebih optimal dalam menjalankan program serta capaian target yang telah ditetapkan sebelumnya," sebut politisi Golkar itu. (*)

Penulis: Septyan Mulia Rohman
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help