RAMADHAN 1439 H

Saran Dokter Gizi untuk Menu Berbuka dan Sahur yang Sehat. Jangan Makan Berat Saat Berbuka

Dr. Jovita mencontohkan menu sahur yang bisa kita praktikkan, misalnya nasi, lauk hewani, lauk nabati, buah, dan minum air yang cukup

Saran Dokter Gizi untuk Menu Berbuka dan Sahur yang Sehat. Jangan Makan Berat Saat Berbuka
kompas.com/ninitta
ilustrasi menu berbuka 

TRIBUNBATAM.id - Umat Muslim akan melaksanakan puasa di Bulan Ramadhan mulai Kamis (17/5/2018) ini.

Banyak orang sudah mulai menyiapkan kebutuhan pangan untuk puasa sebulan penuh.

Meski begitu, tak sedikit pula yang masih bingung menyiapkan makanan untuk hari pertama puasa.

Baca: Tarawih Malam Pertama Ramai. Masjid Agung Batam Center Siapkan Ratusan Paket Berbuka Setiap Hari

Baca: Tak Ada yang Tahu, Makluk Raksasa Ini Terdampar di Pantai. Anak-anak Takut, Dikira Monster Mati

Baca: Ais, Bocah yang Selamat dari Ledakan Bom Orangtuanya Tak Sendiri Lagi. Ini Orang yang Mendatanginya

Meski tak makan dan minum lebih dari 12 jam, kita harus tetap menjaga agar kebutuhan gizi tubuh terpenuhi.

Spesialis gizi klinik, dr. Jovita Amelia, M.Sc, Sp.Gk berbagi tipsnya.

Ia membagi kebutuhan makan seseorang berdasarkan linimasa waktu.

Misalnya, saat berbuka puasa porsi makan cenderung lebih besar daripada waktu lainnya. Porsinya sekitar 40 hingga 50 persen.

"Porsi makan pasti akan lebih besar saat buka puasa karena pada saat itu tubuh kita sudah kekurangan energi," kata dr. Jovita beberapa waktu lalu di Jakarta.

Sementara porsi sahur setidaknya harus memenuhi sekitar 30 persen kebutuhan makan harian.

Makanan tersebut terdiri dari makanan pokok, sayuran, buah dan lauk pauk.

Halaman
123
Editor: nandrson
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved