RAMADHAN 1439 H

Saran Dokter Gizi untuk Menu Berbuka dan Sahur yang Sehat. Jangan Makan Berat Saat Berbuka

Dr. Jovita mencontohkan menu sahur yang bisa kita praktikkan, misalnya nasi, lauk hewani, lauk nabati, buah, dan minum air yang cukup

Saran Dokter Gizi untuk Menu Berbuka dan Sahur yang Sehat. Jangan Makan Berat Saat Berbuka
kompas.com/ninitta
ilustrasi menu berbuka 

Untuk laki-laki dewasa, misalnya, membutuhkan sekitar 2.000 kalori dalam sehari. Maka pada waktu sahur setidaknya kebutuhan 500-700 kalori bisa terpenuhi.

Pada waktu berbuka, kebutuhan makan yang lebih besar bisa terpenuhi.

"Makan kecil saat buka saja sudah sekitar 200 kalori. Makan besar 500-600 kalori. Malam sebelum tidur 300-400 kalori. Itu sudah sekitar 1.700 kalori," ujarnya.

"Enggak masalah tidak sampai 2.000 kalori karena waktu makan kita saat Ramadhan kan lebih singkat jadi segitu sudah cukup memenuhi kebutuhan."

Baca: Susan Sameh Ceritakan Pengalamannya Puasa 18 Jam di Perancis

Baca: Penampilan Krisdayanti di Pesta Pernikahan Ini Bikin Netizen Malaysia Salfok, ini Alasannya

Menu bulan ramadhan

Dr. Jovita mencontohkan menu sahur yang bisa kita praktikkan. Misalnya nasi, lauk hewani, lauk nabati, buah, dan minum air yang cukup. Saat berbuka, mulailah dengan air.

"Bisa ditambah jus buah atau kurma untuk mengembalikan elektrolit yang kurang. Bisa juga ditambah susu atau teh," tuturnya.

Ia juga menyarankan agar tidak langsung makan berat pada waktu buka.

Makan berat bisa dilakukan setelah sholat magrib atau kegiatan lainnya.

Mengenai menunya, ia mencontohkan nasi (dengan porsi secukupnya dan sesuai ukuran tubuh), lauk hewani sehat, lauk nabati, dan sayur.

Halaman
123
Editor: nandarson
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help