20 Tahun Reformasi. Kisah Saat Mahasiswa Kuasai Gedung MP/DPR pada 18 Mei 1998

Pada 18 Mei 1998, mahasiswa UI memutuskan bergerak menuju DPR melebur dengan mahasiswa lain yang sejak pagi mengepung gedung DPR/MPR

20 Tahun Reformasi. Kisah Saat Mahasiswa Kuasai Gedung MP/DPR pada 18 Mei 1998
KOMPAS/EDDY HASBY
Mahasiswa menduduki Gedung MPR/DPR, menuntut Presiden Soeharto mundur dari jabatannya. Foto diambil pada 19 Mei 2008, dua hari sebelum Soeharto mengumumkan pengunduran diri pada 21 Mei 1998 

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA - Sejumlah demonstrasi mahasiswa menolak kepemimpinan Presiden Soeharto yang semakin besar pada 1998 memang menjadi penanda dimulainya gerakan reformasi pada 20 tahun silam.

Gerakan ini sendiri semakin berani saat mahasiswa menolak terpilihnya Soeharto sebagai presiden untuk ketujuh kalinya dalam Sidang Umum MPR pada 10 Maret 1998.

Kondisi ekonomi yang memburuk membuat mahasiswa mulai berdemonstrasi di luar kampus. Namun, demonstrasi mahasiswa kemudian berubah menjadi tragedi pada 12 Mei 1998.

Aksi mahasiswa di Gedung MPR/DPR pada Mei 1998
Aksi mahasiswa di Gedung MPR/DPR pada Mei 1998 (KOMPAS/EDDY HASBY)

Baca: Iqbal Dilan Wisuda Hari Sabtu Besok, Lalu Pulang ke Tanah Air. Film Dilan 1991 Segera Syuting?

Baca: Jadwal Safari Ramadan Pemprov Kepri Hari Ini. Gubernur di Pulau Dompak. Wagub di Batuaji Batam

Baca: Jelang Final Piala FA Chelsea vs Man United. Fans, Jadi Motivasi Courtois Ingin Raih Gelar Juara

Saat itu, aparat keamanan bertindak represif dalam menangani demonstrasi mahasiswa di kampus Universitas Trisakti.

Penembakan dan kekerasan yang dilakukan aparat keamanan mengakibatkan empat mahasiswa Trisakti tewas.

Selain itu, 681 orang juga menjadi korban luka dalam Tragedi Trisakti.

Tidak hanya itu, kerusuhan bernuansa rasial yang terjadi setelah Tragedi Trisakti, pada 13-15 Mei 1998, seakan berusaha mengalihkan perhatian mahasiswa dalam berjuang menuntut mundurnya Soeharto sebagai penguasa Orde Baru.

Namun, gerakan mahasiswa tidak terhenti dengan kekerasan yang dilakukan aparat keamanan dalam Tragedi Trisakti atau kerusuhan 13-15 Mei 1998.

Dilansir dari buku Mahasiswa dalam Pusaran Reformasi 1998, Kisah yang Tak Terungkap (2016), berbagai elemen aksi mahasiswa kemudian menyatukan gerakan.

Baca: HORE! Kabar Gembira Bagi PNS. Pemerintah Segera Umumkan Gaji ke-13 dan THR

Baca: 9 Botol Air Suci yang Dibeli Rp 15 juta Itu Tidak Ada Efek. 2 Wanita Singapura Ini Lapor Polisi

Baca: Warga Mengeluh. Usai Subuh Banyak Remaja Balapan Liar di Jalan Basuki Rahmat Tanjungpinang

Dua kelompok mahasiswa Universitas Indonesia misalnya, Senat Mahasiswa UI dan Keluarga Besar UI, sepakat bergerak bersama.

Halaman
12
Editor: nandrson
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved