AKHIRNYA Terbukti, Donald Trump Catatkan Pembayaran 'Uang Tutup Mulut' pada Bintang Film Blue

Gedung Putih menyatakan dalam catatan kaki pengarsipan itu bahwa mereka mencatatkan pembayaran itu "demi kepentingan transparansi".

AKHIRNYA Terbukti, Donald Trump Catatkan Pembayaran 'Uang Tutup Mulut' pada Bintang Film Blue
tribun batam/Hasrizal
Donald Trump dan Stormy Daniels 

Ia kepada Rosenstein mengatakan bahwa "Anda mungkin menemukan catatan ini relevan dengan setiap penyelidikan yang mungkin Anda lakukan".

Stormy Daniels alias Stephanie Clifford menjalani tes poligraf pada 2011.
Stormy Daniels alias Stephanie Clifford menjalani tes poligraf pada 2011. (Getty Image)

Wakil jaksa agung itu memimpin investigasi Departemen Kehakiman mengenai apakah para staf Trump berkolusi dengan dugaan campur tangan Rusia dalam pemilihan presiden AS tahun 2016.

Pembayaran terhadap Stormy Daniels berpotensi menjadi masalah hukum bagi presiden karena bisa dilihat sebagai sumbangan kampanye yang ilegal.

Berkas dokumen Michael Cohen terkait hal itu disita dalam penggrebekan FBI bulan lalu, dan menurut laporan ia sekarang sedang diselidiki secara pidana.

Baca: Tes Kebohongan Ungkap Kejujuran Bintang Film Blue Soal Hubungan Intimnya dengan Donald Trump

Stormy Daniels, yang nama aslinya adalah Stephanie Clifford, mengaku pernah berhubungan intim dengan Trump di sebuah kamar hotel di Lake Tahoe, daerah resor antara California dan Nevada, pada tahun 2006.

Pengacara Trump mengatakan kliennya "dengan keras menyangkal" klaim tersebut.

Jika pengakuan aktris itu benar, kencan itu terjadi hanya beberapa bulan setelah Melania Trump melahirkan putra pasangan itu, Barron.

April lalu Trump mengatakan tidak menyadari bahwa Cohen telah membayar Stormy Daniels menjelang pemilihan presiden 2016.

Pengiriman dana dari Trump kepada Cohen pertama kali dikonfirmasi dua pekan lalu oleh Rudy Giuliani, mantan wali kota New york yang baru bergabung dalam tim pengacara presiden, dalam sebuah wawancara televisi.

Giuliani mengatakan transaksi itu untuk menjaga agar Daniels tidak lagi bicara bahwa dia berhubungan seks dengan Trump, yang merupakan tuduhan "palsu dan penuh pemerasan" karena bisa merusak pencalonan Trump.

Namun kemudian pekan lalu Trump mengatakan, bahwa Giuliani baru bergabung dan membutuhkan waktu untuk "mendapatkan fakta yang benar".

Hari Rabu itu juga, Komite Intelijen Senat mendukung penemuan komunitas intelijen Amerika bahwa Rusia ikut campur dalam pemilu AS 2016 untuk membantu Trump.

Penilaian panel itu berbeda dengan kesimpulan Komite Intelijen DPR pada bulan Maret lalu yang menolak tuduhan bahwa Kremlin bertujuan untuk mendongkrak peluang Trump dalam Pilpres yang kemudian dimenangkannya secara mengejutkan. (bbc indonesia)

Editor: Sri Murni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help