Mellennial

Rahasia Cepat Khatam Alquran Selama Ramadan. Simak Yuk!

Dengan sedikit kegigihan, dalam sebulan seseorang bisa beberapa kali khatam Alquran. Simak triknya di sini.

Rahasia Cepat Khatam Alquran Selama Ramadan. Simak Yuk!
TRIBUNBATAM/MONA ANDRIANI

RAMADAN yang merupakan bulan berkah sangatlah sayang bila dilewatkan begitu saja. Banyak pahala yang bisa didapatkan selama sebulan penuh sebelum datangnya hari kemenangan.

Tak hanya dengan berpuasa, memperbanyak sedekah, membaca Alquran juga tak boleh dilewatkan. Dengan sedikit kegigihan, dalam sebulan bahkan seseorang bisa beberapa kali khatam Alquran.

Yanshanti Buan Agusfina, seorang mahasiswi Politeknik Negeri Batam, jurusan akuntansi managerial semester 4 ini mengaku tiap tahun selalu khatam Alquran. Tahun ini pun cewek tersebut menargetkan untuk kembali khatam Alquran.

Dan untuk merealisasikannya, dia memiliki trik dan langkah khusus agar bisa khatam saat Ramadan.

"Target tahun ini sehari 20 lembar, jadi setiap selesai salat baca empat lembar. Tapi kalau zuhur cuman bisa dua lembar, karena waktu istirahatnya sebentar. Jadi gantinya di waktu senggang atau saat di perjalanan, karena saya menggunakan trans Batam," katanya.

Berhubung seorang wanita ada masa haid, maka ia tidak lupa membayar utang bacaannya sebelum haid atau sesudah haid. Jadi tidak ada alasan untuk tidak bisa khatam Alquran.

Tidak hanya Yanshanti, Ellya Sagita seorang guru di salah satu sekolah swasta di Batam mengaku rutin membaca Alquran setiap selesai salat sebanyak dua lembar. Dengan mengamalkan ini selama sebulan, ia dapat khatam Alquran setiap Ramadan.

Lain hal dengan Vinny Desasri, walaupun tahun sebelumnya tidak mencapai target khatam Alquran, tahun ini Ia bertekad akan membaca Alquran sampai khatam.

"Kalau kemarin sebelum puasa jarang, tapi insya Allah bulan puasa ini mau khatam Alquran lagi," katanya.
Sementara itu, HA Ridho Amir MHI, Imam Masjid Raya Batam dan Ketua Ikatan Persaudaraan Imam Masjid (IPIM) Cabang Batam mengatakan, untuk bisa mencapai target khatam Alquran bisa menggunakan cara masing-masing. Tentunya disesuaikan dengan kondisi orang bersangkutan.

Tujuannya agar yang punya pekerjaan atau kegiatan wajib jangan sampai terkurangi karena alasan mengaji. Semua bisa berjalan sewajarnya.

Halaman
12
Penulis: andriani
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help