Rupiah Terus Melemah, Kenaikan Bunga BI 25 BPS Dinilai Belum Cukup Menopang

"Kalau untuk ke rupiah (keputusan BI naikkan suku bunga) cuma 25 bsp memang tidak cukup," sebutnya.

Rupiah Terus Melemah, Kenaikan Bunga BI 25 BPS Dinilai Belum Cukup Menopang
Tribunnews.com/Hendra Gunawan
rupiah 

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA - Chief Economist Samuel Sekuritas Lana Soelistyaningsih mengatakan, keputusan BI untuk menaikkan suku bunga acuan BI 7 Days Reverse Repo Rate sebanyak 25 basis poin belum cukup untuk menopang rupiah menghadapi dollar AS.

"Kalau untuk ke rupiah (keputusan BI naikkan suku bunga) cuma 25 bsp memang tidak cukup," sebutnya ketika dihubungi Kompas.com, Jumat (18/5/2018).

Menurut dia, dalam menaikkan suku bunga acuan tersebut BI juga memperhatikan dampak dari kenaikan suku bunga terhadap kondisi perekonomian secara keseluruhan.

"BI harus mempertimbangkan apakah kenaikan ini aman untuk perekonomian secara keseluruhan," ucap dia.

Baca: Bunga Acuan BI Naik 25 Basis Poin, Begini Pengaruhnya terhadap Bunga Deposito dan Kredit

Baca: Tak Serumit Dulu, Kini Perpanjang Paspor Cukup Bawa KTP-el dan Paspor Lama

Lana menyebut, saat ini rupiah berada pada level rawan secara psikologis. Rupiah menjadi mudah terguncang, terutama terkait isu penguatan dollar AS.

"Hari ini semua mata uang Asia melemah termasuk yen, jadi enggak tahu di global ada apa. BI sudah berusaha untuk menstabilkan rupiah," ujarnya.

Dia menilai keputusan BI untuk menaikkan suku bunga memang perlu diambil untuk memperlihatkan bahwa BI ada di pasar.

"Mungkin efeknya belum terlihat sekarang. Karena kalau untuk mengejar rupiah memang tidak cukup," ujarnya.

Dikutip dari data Bloomberg, rupiah sore ini melemah 0,7 persen atau 98 poin menjadi Rp 14.156 per dollar AS. (kompas.com/Mutia Fauzia)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kenaikan 25 bps Suku Bunga Acuan Belum Cukup untuk Topang Rupiah"

Editor: Sri Murni
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help