Pilkada Tanjungpinang 2018

Sponsori Hadiah Lomba Lebih Rp 1 Juta, Panwaslu Tanjungpinang Bakal Semprit Kontestan Pilwako!

Selama Ramadan, Panwaslu mengetatkan pengawasan kampanye termasuk soal sedekah dan bantuan buat hadiah perlombaan. Ini rambu-rambunya!

Sponsori Hadiah Lomba Lebih Rp 1 Juta, Panwaslu Tanjungpinang Bakal Semprit Kontestan Pilwako!
Tribunbatam/M Ikhwan
Maryamah Ketua Panwas dan M Zaini Komisioner Panwaslu Tanjungpinang saat meninjau posko pengaduan masyarakat 

TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG-Selama Ramadan 1439 H, Panwaslu Kota Tanjungpinang memperkuat dan membangun sinergi pengawasan. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah berbagai potensi pelanggaran.

Maryamah Ketua Panwaslu Kota Tanjungpinang menjelaskan, Panwaslu tidak membatasi siapa pun dalam beramal shalih.

Baca: Inilah Suku Lingon! Bule Asli Indonesia dengan Mata Biru dan Keberadaannya Misterius!

Baca: Jago Bela Diri dan Anti Teror, Inilah 7 Fakta Mengejutkan Pengasuh Keluarga Kerajaan Inggris!

Baca: Terungkap! Inilah 3 Manfaat Kulit Semangka Tidak Banyak Orang Tahu! Nomor 1 Paling Mengejutkan!

Baca: Mengejutkan! Inilah 5 Buah Penghilang Karang Gigi Sekaligus Pemutih Gigi! Mentimun Paling Dahsyat!

Namun menghimbau kepada Kedua Paslon, tim pemenangan, maupun partai politik, tetap memperhatikan ketentuan dalam kampanye.

"Karena sebagai kontestan terikat dengan aturan selama masa kampanye, yang bersamaan dengan bulan Ramadhan. Kami menghimbau, hindari money politik dan politisasi sara," katanya.

Sementara itu, Muhamad Zaini, Komisioner Panwaslu Kota Tanjungpinang menghimbau, untuk menjaga kehormatan bulan suci Ramadhan dan integritas Pilkada 2018 dan Pemilu 2019.

Panwaslu memperkuat jajaran pengawas, hingga Panwascam dan PPL, yang akan senantiasa sigap mengawasi dan mencermati setiap aktivitas yang dilakukan Paslon,

tim kampanye atau parpol selama bulan suci Ramadhan, untuk memastikan apakah ada unsur kampanye atau memang murni aktivitas ibadah.

"Diantara potensi pelanggaran yang harus kita cegah adalah money politik dan kampanye di rumah ibadah," katanya.

Selain itu, Panwaslu menghimbau, jangan menjadikan pemberian zakat, infak, sedekah (ZIS) unuk kepentingan politik dengan menggiring masyarakat memilih calon tertentu.

Zaini melanjutkan, kalaupun dalam kampanye mau memberikan bahan kampanye, maka nilainya tidak lebih dari Rp 25.000, sebagaimana diatur dalam PKPU Nomor 4 Tahun 2017 Pasal 26 Ayat 3.

"Termasuk hadiah perlombaan tidak boleh melebihi Rp 1 juta," katanya.

Jika Paslon dan tim pemenangan terbukti melakukan money politik secara TSM (terstruktur, sistematis dan masif), maka sanksinya pembatalan sebagai calon.(*)

Penulis: M Ikhwan
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help