Dua Temuan BPK di Dinas Pendidikan Kepri Jadi Sorotan Gubernur, Begini Reaksi Kepala Disdik!

Dua temuan BPK RI di Dinas Pendidikan Kepri menjadi perhatian serius Gubernur Nurdin. Dia bahkan menanyakan langsung ke Kepala Disdik Kepri!

Dua Temuan BPK di Dinas Pendidikan Kepri Jadi Sorotan Gubernur, Begini Reaksi Kepala Disdik!
tribunbatam/thom limahekin
Gubernur Kepri dan Kepala Disdik Kepri Arifin Nasir 

TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG-Gubernur Kepri Nurdin Basirun dan Kepala Disdik Kepri Arifin Nasir terlihat kasak-kusuk di depan anggota 5 BPK RI Ismayatun.

Pemandangan ini tampak di depan ruang rapat paripurna usai keduanya mengikuti rapat paripurna istimewa beragenda Laporan hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI atas laporan keuangan Pemprov Kepri tahun ajaran 2017 di Kantor DPRD Kepri Pulau Dompak Tanjungpinang, Senin (21/5/2018) siang.

Baca: Raih Predikat WTP Laporan Keuangan, BPK Berikan Pemprov Kepri Pekerjaan Rumah Ini

Baca: Hukuman Menunggu! Inilah 6 Bentuk Ujaran Kebencian Terlarang bagi PNS! Nomor 6 Jangan Remehkan!

Baca: Terungkap! Inilah 5 Daya Tarik Janda Dibanding Gadis! Inikah Alasan Pangeran Harry Nikahi Meghan?

Dalam penyampaian laporan hasil pemeriksaan, Ismayatun menyebutkan beberapa temuan permasalahan dalam pengendalian intern. Kedua temuan itu terdapat di Disdik Kepri berupa beasiswa yang tidak tersalurkan sebesar Rp 1,98 miliar dan Disdik Kepri bekerja sama dengan media yang belum terverifikasi oleh Dewan Pers sebesar Rp 390,6 juta.

Di belakang Ismayatun yang sedang diwawancara awak media, Arifin tampak beberapa kali berbisik kepada Nurdin. Sejurus kemudian, keduanya terlihat serius menyimak komentar Ismayatun kepada awak media.

Nurdin sendiri enggan menjawab ketika coba dimintai tanggapan terkait permasalahan tersebut. Sedangkan Arifin mengaku sudah menjelaskan semuanya kepada Gubernur Kepri itu.

Anggota 5 BPK RI Ismayatun
Anggota 5 BPK RI Ismayatun (tribunbatam/thom limahekin)

Baca: Driver Ojek Online Tiba-tiba Masuk ke Kamar Kos Cewek, Mengejutkan Ternyata Ini yang Dikerjakan!

Baca: Jangan Remehkan! Agar Pencernaan Nyaman, Hindari Konsumsi 5 Makanan Ini Saat Berbuka Puasa!

Baca: Buka Puasa dengan Minum Es Teh, Sebenarnya Sehat Nggak Sih? Ini Jawaban Ilmiahnya!

"Pak Gubernur agak panik. Dia tanya kepada saya tentang bagaimana temuan itu. Saya bilang tidak ada masalah apa-apa," ujar Arifin menyampaikan pembicaraannya dengan Nurdin.

Arifin melanjutkan, tidak mungkin anggaran untuk beasiswa sebesar Rp 1,98 miliar itu belum tersalurkan. Pagu anggaran tersebut sebesar Rp 2 miliar. Kalau Rp 1,98 miliar belum tersalurkan maka kecil sekali beasiswa yang tersalurkan.

Padahal berdasarkan data yang dihimpun oleh Disdik Kepri, tinggal 30 orang penerima belum mendapat beasiswa. Jumlah anggaran kira-kira sebesar Rp 184 juta saja.

"Nah, beasiswa untuk 30 orang penerima itu belum disalurkan. Sebab, kami kesulitan mendapat alamat mereka. Lagi pula mereka juga tidak serahkan nomor rekening. Silakan cari tahu saja ke bank," tegas Arifin.

Meskipun secara tegas membantah laporan hasil pemeriksaan BPK RI terkait beasiswa, namun Arifin harus mengakui bahwa Disdik Kepri masih bekerja sama dengan media massa yang belum terverifikasi oleh Dewan Pers. Dia malah mendukung supaya temuan tersebut segera dibenahi oleh para stafnya yang mengurus publikasi di media.

"Kalau itu tetap saya dukung. Saya minta supaya itu harus segera dibenahi," tegas kepala Disdik Kepri tersebut.

Suasana sidang istimewa DPRD Kepri dengan agenda penyerahan predikat WTP laporan keuangan Pemprov, Senin (21/5/2018)
Suasana sidang istimewa DPRD Kepri dengan agenda penyerahan predikat WTP laporan keuangan Pemprov, Senin (21/5/2018) (tribunbatam/thom limahekin)

(*)

Penulis: Thom Limahekin
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help