Berita Bintan

Kisruh Buah Hebohkan Bintan! Pedagang Resah Gara-gara Hotel Jualan Buah! Ini Reaksi Camat!

Pedagang buah di Bintan resah lantaran sejumlah hotel ikut turun jualan buah. Begini kisruhnya!

Kisruh Buah Hebohkan Bintan! Pedagang Resah Gara-gara Hotel Jualan Buah! Ini Reaksi Camat!
tribunbatam/aminnudin
Pedagang buahan di pinggir jalan Kawal, Kecamatan Gunung Kijang sedang mengatur jualan. Bisnis buahan mereka menyasar turis mancanegara dan tamu hotel 

TRIBUNBINTAN.COM, BINTAN-Bisnis penjualan buah yang dikembangkan warga Kawal di Kecamatan Gunung Kijang mendapatkan tantangan berat.

Tantangan tersebut datang dari hotel di daerah Gunung Kijang sendiri yang juga mendadak menggarap bisnis buahan pasca penjualan buahan itu menggeliat di kalangan pedagang lokal.

Baca: Terungkap! Inilah 5 Daya Tarik Janda Dibanding Gadis! Inikah Alasan Pangeran Harry Nikahi Meghan?

Baca: Jangan Remehkan! Agar Pencernaan Nyaman, Hindari Konsumsi 5 Makanan Ini Saat Berbuka Puasa!

Baca: Driver Ojek Online Tiba-tiba Masuk ke Kamar Kos Cewek, Mengejutkan Ternyata Ini yang Dikerjakan!

Baca: Inilah Suku Lingon! Bule Asli Indonesia dengan Mata Biru dan Keberadaannya Misterius!

Fauzi, salah satu pedagang buah mengaku omzet penjualan buah buahannya tergerus lantaran hotel di sekitar mereka juga turut pula berjualan buahan.

Sebelumnya, Fauzi dan sejumlah pedagang yang menggelar lapak di pinggir jalan Kawal bisa menikmati keramaian pasar berkat kehadiran tamu turis yang menginap di sejumlah resort dan hotel di Trikora.

Sejumlah turis dan armada bus pengangkut turis dari Trikora biasa berhenti di lapak buah Fauzi dan kawan kawan. Dari situ bisnis manis penjualan buahan mengalami perkembangan.

Namun, lapak itu sejak pekan lalu mulai mendadak sepi melompong pasca salah satu hotel di Gunung Kijang ikut menggarap bisnis penjualan buahan segar. Cara hotel tersebut merebut pasar buah yang sempat berkembang dinilai pedagang tidak adil dan tidak berpihak pada ekonomi menengah.

"Mereka seharusnya hadir di daerah kami dengan ikut mendorong ekonomi masyarakat tempatan berkembang. Bukannya malah berkompetisi usaha dengan kami di sini. Bagaimanapun kami pasti kalah saing dengan hotel tersebut, sebab mereka didukung jaringan, dan modal kuat,"kata Fauza dengan nada sesal.

Keresahan para pedagang buah di Kawal tersebut sudah dibawa ke tingkat kecamatan beberapa kali. Bagaimana hasilnya?

Pelaksana tugas (Plt) Camat Gunung Kijang Arief Sumarsono dihubungi Tribun Bintan soal itu membenarkan bahwa pihaknya sudah melakukan cara mediasi dengan pihak hotel dan pedagang untuk mencari jalan keluar.

"Kita sudah undang pedagang pedagang buah, pihak resort, Dinas Pariwisata Bintan dan Polsek Gunung Kijang untuk mediasi,"kata Arief Sumarsono.

Mediasi menghasilkan beberapa poin penting. Diantaranya resort tetap buka toko buah di dalam wilayah resort. Alasan resort tetap buka toko buah dalam rangka mengontrol harga di tingkat konsumen yang rata rata adalah turis mancenegara.

Pedagang buahan di pinggir jalan Kawal, Kecamatan Gunung Kijang sedang mengatur jualan. Bisnis buahan mereka menyasar turis mancanegara dan tamu hotel
Pedagang buahan di pinggir jalan Kawal, Kecamatan Gunung Kijang sedang mengatur jualan. Bisnis buahan mereka menyasar turis mancanegara dan tamu hotel (tribunbatam/aminnudin)

Poin lain, resort tidak melarang tamu atau turis dan sopir bus pariwisata untuk berhenti di pasar buah yang dibangun masyarakat tempatan.

"Bahwa ada keluhan beberapa hari lalu omzet buahan warga turun drastis akibat sepinya pengunjung turis, mereka (pedagang) sempat melaporkan balik ke kita.

Dari konfirmasi ke pihak hotel, sepinya turis singgah bukan karena gara gara tokoh buah di hotel, tapi memang tamu hotel yang menginap lagi sepi juga,"kata Arief.

Sebagai camat,Arief berharap, baik pihak hotel dan pedagang buah bisa saling berkoordinasi selalu agar bisa terjalin hubungan yang baik yang juga nantinya bisa memberikan dampak positif bagi ekonomi masing masing.(*)

Penulis: Aminnudin
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved