Berani Pakai Hijab, Cucu Pejuang Perancis Ini Dikecam Sejumlah Menteri. Ini Pengakuannya

Nama presiden organisasi mahasiswa di Paris, Maryam Pougetoux, yang juga cucu salah satu pejuang Perancis mendadak menjadi perbincangan.

Berani Pakai Hijab, Cucu Pejuang Perancis Ini Dikecam Sejumlah Menteri. Ini Pengakuannya
via bbc indonesia
Maryam Pougetoux menegaskan hijab yang ia pakai 'tak punya fungsi politik'. 

Organisasi mahasiswa di Prancis mengatakan bahwa Poutgoux adalah 'korban ujaran kebencian dan korban tindak rasisme dan Islamofobia'.

Hijab, dilarang di sekolah dibolehkan di kampus

Poutegoux adalah mahasiswi fakultas sastra dan menjabat sebagai presiden organisasi mahasiswa di Universitas Paris-Sorbonne sejak Desember 2017.

Hijab dilarang di kantor publik tapi dibolehkan dipakai di lingkungan kampus di Prancis. Foto:GETTY IMAGES

Cucu salah satu pejuang pembebasan Prancis ini mengatakan dengan menjadi pemimpin organisasi mahasiswa ia punya kesempatan untuk menyuarakan kepentingan mahasiswa.

Pemerintah Prancis melarang pemakaian hijab di sekolah dan di beberapa kantor publik pada 2004, namun pemakaian di lingkungan kampus universitas tetap dibolehkan.

Pada 2011, Prancis menjadi negara pertama di Uni Eropa yang melarang pemakaian cadar di tempat umum. Hijab atau kerudung yang menyisakan seluruh wajah tetap dibolehkan.

Berdasarkan aturan ini, perempuan baik warga Prancis maupun warga asing, yang mengenakan cadar di tempat umum bisa dikenai denda.

Mantan Presiden Prancis, Nicolas Sarkozy, yang mengeluarkan peraturan ini mengatakan cadar adalah 'simbol penindasan terhadap perempuan'.

Populasi warga Muslim di Prancis sekitar lima juta jiwa, yang terbesar di antara negara-negara Eropa barat.

Diperkirakan hanya sekitar 2.000 perempuan Muslim yang mengenakan cadar di Prancis. (bbc indonesia)

Editor: Sri Murni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved