Cucu Aa Gym Meninggal Tiba-tiba, WASPADA Ini Sederet Penyebab Bayi Sering Meninggal Mendadak

Cucu tokoh agama terkemuka Aa Gym meninggal dunia secara tiba-tiba pada hari Minggu (20/5/2018) di usia 2 bulan.

Cucu Aa Gym Meninggal Tiba-tiba, WASPADA Ini Sederet Penyebab Bayi Sering Meninggal Mendadak
istimewa/tribunnews
Aa Gym dan cucunya yang meninggal 

Penelitian sebelumnya menunjukkan kelainan dan cacat di bagian otak yang mengontrol pernapasan dan penyebab tidur juga memainkan peran, tetapi penelitian lebih lanjut diperlukan.

Studi Lancet baru menganalisis gen dari 278 anak yang telah meninggal dari SIDS dan membandingkannya dengan gen dari 729 orang dewasa yang tidak memiliki riwayat penyakit kardiovaskular, pernapasan atau neurologis.

Para peneliti melihat secara khusus mutasi pada gen SCN4A, yang berhubungan dengan gangguan otot-otot pernapasan.

Mutasi ini sangat jarang, hanya ditemukan pada empat dari 278 anak yang meninggal karena SIDS, yang dibandingkan dengan  tidak ada orang dewasa yang sehat.

Karena penelitian ini berfokus pada sekelompok anak-anak kulit putih Eropa, sehingga diperlukan penelitian yang lebih lanjut mengenai temuan serupa pada kelompok etnis dan ras lainnya.

Namun studi pertama yang menghubungkan penyebab genetik dari otot pernafasan yang lebih lemah untuk sindrom kematian bayi mendadak.

Sehingga para ahli menekankan bahwa penelitian ini masih awal dan tidak menjelaskan mayoritas kematian tersebut.

Namun, sebuah survei yang dilakukan oleh CDC (Centers for Disease Control and Prevention) Amerika Serikat mengungkapkan sebuah data mengenai kematian bayi tak terduga (SUID) oleh sebab ras/etnis antara tahun 2011-2014.

b
Kematian Bayi Tak Terduga Mati oleh Ras / Etnis, 2011-2014. Sumber: CDC/NCHS, National Vital Statistics System, Period Linked Birth/Infant Death Data

Pada diagram di atas, kematian karena SIDS menyumbang proporsi terbesar dari SUID untuk semua kelompok ras etnis, mulai dari 44 persen dari SUID di antara bayi hitam non-Hispanik hingga 52 persen dari SUID di antara bayi Asia/Kepulauan Pasifik.

Untuk itu, para ahli mendesak orangtua untuk terus mengikuti saran jangka panjang untuk membantu melindungi bayi dari SIDS yang disarankan oleh American Academy of Pediatrics: 

Halaman
1234
Editor: Sri Murni
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help