Berita Batam

Soal Tranformasi FTZ ke KEK. Wawako: Sudah Dibahas Sejak 2016, Kenapa Baru Kini Dipersoalkan?

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achamad menyesalkan persoalan transformasi menghangat belakangan, padahal sudah berlangsung sejak 2016

Soal Tranformasi FTZ ke KEK. Wawako: Sudah Dibahas Sejak 2016, Kenapa Baru Kini Dipersoalkan?
TRIBUNBATAM/ROMA ULY SIANTURI
Suasana rapat dengar pendapat di DPRD Kota Batam terkait peralihan FTZ ke KEK, Selasa (22/5/2018) 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait transformasi Free Trade Zone (FTZ) ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), Kamar Dagang Indonesia (Kadin) dan sejumlah asosiasi pengusaha memilih tetap berada di FTZ.

Dengan menjelaskan beberapa pengertian dan keuntungan menggunakan KEK.

"Hanya saja tinggal FTZ ini diperbaharui seiring perkembangan zaman. Agar Batam kembali bangkit perekonomiannya," ujar Wakil Sekretaris Tim Revitalisasi dan Optimalisasi FTZ Batam, Jadi Rajagukguk, Selasa (22/5) pukul 10.30 WIB.

Baca: Malaysia Bentuk Satgas Pemburu Uang Negara Rp 64 T dari Skandal 1MBD, 4 Hal Ini Patut Diketahui

Baca: SAPU BERSIH! Kalahkan Perancis 5-0, Tim Uber Indonesia ke Perempatfinal. Ini Hasil Lengkapnya

Baca: Cucu Aa Gym Meninggal Tiba-tiba, WASPADA Ini Sederet Penyebab Bayi Sering Meninggal Mendadak

Pantauan Tribun dalam rapat yang berlangsung terbuka dan berlangsung di ruang rapat pimpinan DPRD Kota Batam lantai II.

Ketua DPRD Kota Batam, Nuryanto yang memimpin rapat dalam kesempatan mengatakan, karena kebijakan domain pemerintah pusat, makan daerah menyarankan agar pemerintah mengetahui mana yang dibutuhkan masyarakat Batam.

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achamad menyesalkan persoalan transformasi menghangat belakangan, padahal sudah berlangsung sejak 2016.

Wawako mengatakan, persolan KEK ini sudah dibahas lama dan sudah disosialisasikan beberapa kali di Batam.

"Kenapa nggak dari awal pak Jadi. Berarti sudah semakin seksi. FTZ ataupun KEK tidak ada persoalan. Karena dengan cara seperti itu kami akan nyaman menjalani fungsi kami (Pemko batam) begitu juga dengan BP Batam. Masalah overlaping ini harus selesai dan harus diselesaikan dengan KEK. Maka semuanya setuju," kata Amsakar.

Amsakar mengatakan memang harga apa saja murah, tetapi tiap tahun buruh mengeluh semuanya mahal.

"Saya bicara angka audit pak. Berbicara berdasarkan data-data. Sekarang ada kecenderungan potensi pertumbuhan ekonomi membaik, ternyata bukan dari investasi melainkan dari nilai belanja," katanya. (rus)

Tags
KEK
FTZ
Penulis: Roma Uly Sianturi
Editor: nandrson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved