Berita Bintan

Banyak Kasus Kecelakaan di Bintan Dihentikan Penyidikannya! Ini Alasan Polantas Gesek!

Kebanyakan hasil penyelidikan kecelakaan di Bintan dihentikan alias SP3 lantaran tersangka meninggal dunia akibat kecelakaan itu

Banyak Kasus Kecelakaan di Bintan Dihentikan Penyidikannya! Ini Alasan Polantas Gesek!
tribunbatam/aminnudin
Anggota Satlantas Polres Bintan Unit Gesek saat memeriksa barang bukti kecelakaan berlalulintas belum lama ini 

TRIBUNBINTAN.COM, BINTAN- Unit Kecelakaan Satuan Lalu Lintas Polres Bintan telah menyerahkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) kepada Kejaksaan Negeri Tanjungpinang.

SPDP yang diserahkan ke Kejaksaaan Negeri Terkait kecelakaan maut yang menewaskan Wigiati (56) seorang kepala sekolah SDN 002 Kawal serta Eka Hariawati seorang pegawai perpustakaan sekolah pada akhir Maret 2018 lalu. Lakalantas tersebut cukup mengejutkan warga Bintan waktu itu.

Baca: Bikin Nyaman Tubuh! Jangan Pernah Konsumsi 5 Makanan dan Minuman Ini Saat Naik Pesawat!

Baca: Jangan Remehkan! Agar Pencernaan Nyaman, Hindari Konsumsi 5 Makanan Ini Saat Berbuka Puasa!

Baca: Mengejutkan! Inilah 7 Cara Ampuh Hilangkan Rasa Kantuk Saat Jalani Puasa! Mau Mencoba?

Kanit Laka Pos Gesek Satlantas Polres Bintan Brigadir Andi Darmawan menyatakan, pihaknya menuggu jawaban dari hasil penelitian berkas yang diserahkan kepada jaksa.

"Sudah kita serahkan (SPDP-red). Tinggal nunggu balasannya apa P-19 atau bisa langsung P-21," kata Penanggungjawab Kanit Laka, Brigadir Andi Dermawan, Rabu (23/5/2018) siang di Pos Gesek

Andi menyebut beberapa kecelakaan maut yang sempat memakan korban jiwa serta kecelakaan yang menyebabkan kerugian material sepanjang awal tahun sampai Mei 2018 ini.

Disebutkan Andi, kebanyakan kasus kecelakaan yang terjadi justru diselesaikan secara kekeluargaan alias berdamai. Contohnya tabrakan maut yang terjadi di Jalan Lintas Barat pada 11 Januari lalu yang mengakibatkan ASN Pemkab Bintan Ibnu Farhan harus meregang nyawa.

Andi mengatakan, sampai saat ini kasusnya sudah SP3 atau dihentikan. Termasuk juga kecelakaan maut yang belum lama ini terjadi di Jalan Lintas Barat sebelum simpang Pulau Ladi Tembeling.

Mobil Camat Teluk Sebong Sri Heni bertabrakan dengan sepeda motor Yamaha Vixion yang dikendarai Yuli Yusra (36) pada Minggu (13/5/2018) lalu.

"Kebanyakan memang hasil dari penyelidikan kami, yang menjadi tersangka itu ya para korban yang meninggal dunia. Makanya kasusnya di-SP3-kan karena tersangkanya meninggal dunia," kata Adi.

Sedangkan kecelakaan lainnya yang terjadi pada akhir bulan April lalu antara dua mobil box bertabrakan dekat persimpangan Ceruk Ijuk Kecamatan Toapaya.

Meski tidak menelan korban jiwa, namun dua kendaraan besar yang kini masih diamankan di Pos Gesek itu hancur. Andi mengatakan, kecelakaan itu juga diterbitkan SP3 karena kedua pemilik kendaraan sepakat untuk berdamai. (*)

Penulis: Aminnudin
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved