Berita Kepri

Soal Pengalihan Bongkar Muat Pelantar II Pinang ke Unggat, Surat Dishub Kepri Tak Mempan!

Kami sudah dua kali menyurati Pemko Tanjungpinang. Tetapi belum ada tanggapan. Seharusnya itu adalah wewenang mereka

Soal Pengalihan Bongkar Muat Pelantar II Pinang ke Unggat, Surat Dishub Kepri Tak Mempan!
Humas Pemprov Kepri

TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG-Pembangunan jalan hubung antara Pelantar I dan II kota Tanjungpinang oleh Pemprov Kepri tidak berjalan lancar.

Penyebabnya adalah aktivitas bongkar-muat barang dari kapal-kapal yang sandar di ujung Pelantar II. Akibat ujung jembatan tersebut masih terus dipakai maka kontruksi proyek di ujung Pelantar II tidak bisa dikerjakan.

Baca: Sistem Zonasi Penerimaan Siswa Baru SMA di Batam Ditiadakan! Warga Sekitar Sekolah Prioritas!

Baca: Mengejutkan! Inilah 7 Cara Ampuh Hilangkan Rasa Kantuk Saat Jalani Puasa! Mau Mencoba?

Kabid Hubungan Laut pada Dishub Kepri Azis Kasim Djou mengaku sudah beberapa kali menyurati Pemko Tanjungpinang agar bisa membebaskan ujung Pelantar II dari aktivitas bongkar-muat barang. Namun, permintaan tersebut belum juga direalisasikan oleh Pemko Tanjungpinang.

"Kami sudah dua kali menyurati Pemko Tanjungpinang. Tetapi belum ada tanggapan. Seharusnya itu adalah wewenang mereka. Toh, kita bangun jalan ini untuk kota Tanjungpinang kok," ungkap Azis kepada awak media, Rabu (23/5/2018) siang.

Menurut Azis, ada alternatif dermaga bongkar-muat barang yang ditawarkan oleh Dishub Kepri jika ujung Pelantar II itu dibebaskan. Alternatif dermaga tersebut adalah dermaga Tanjungunggat dan Sri Payung Batu 6.

"Kami juga sudah minta izin untuk pengalihan bongkar-muat barang tersebut," tegas Azis.

Gubernur Kepri H Nurdin Basirun pun menambahkan, selain aktivitas bongkar-muat di Pelantar II, Pemko Tanjungpinang juga diminta untuk menertibkan parkir kendaraan di sepanjang jalan menuju pelantar tersebut.

Banyak kendaraan yang diperkir begitu saja di bagian kiri dan kanan jalan sehingga mengakibatkan kemacetan yang sulit terurai di sepanjang jalan tersebut.

"Kadang-kadang orang-orang kita ini parkir kendaraannya begitu saja. Mereka tak pikir, nanti terjadi macet di sepanjang jalan," komentar Nurdin.(*)

Penulis: Thom Limahekin
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved