Berita Bintan

Ikan Kami Pernah Mati Banyak. Kami Mengeluh, Tapi Tak Pernah Digubris

Nelayan pesisir Gunung Kijang Bintan menyebutkan bahwa beberapa waktu lalu di laut dekat mereka pernah kejadian banyak ikan laut mati

Ikan Kami Pernah Mati Banyak. Kami Mengeluh, Tapi Tak Pernah Digubris
TRIBUNBATAM/THOM LIMAHEKIN
Suasana di pesisir desar Gunung Kijang 

TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG - Nelayan pesisir Gunung Kijang Bintan menyebutkan bahwa beberapa waktu lalu di laut dekat mereka pernah kejadian banyak ikan laut mati.

"Ikan di laut kami pernah mati banyak. Kami mengeluh, tetapi tidak digubris," kata SM Yusri B.

Bagi masyarakat nelayan, hal ini tidak biasa. Sebab, jumlahnya bahkan mencapai ratusan ekor.

Baca: Menteri Keuangan Sebut Pekan Keempat Mei THR PNS, Anggota TNI dan Polri Sudah Cair

Baca: Nelayan Pesisir Desa Gunung Kijang Keluhkan Aktifitas Penimbunan Bakau: Laut Kami Makin Sempit

Baca: Kasus Siswa SD Hamili Siswi SMP. Keduanya Akan Dinikahkan, Tapi Tidak Serumah. Ini Alasannya

"Kami hitung, jumlahnya sampai 150 ekor ikan kerapu dan ungar yang mati," ujar SM Yusri B, nelayan yang datang ke kantor Tribun Batam Biro Tanjungpinang, Kamis (24/5) sore.

Bagi Yusri, fenomena ikan mati itu kerap dialami masyarakat nelayan. Selama setahun, beberapa ekor ikan biasa ditemukan mati. Jumlahnya tidak sampai 10 ekor.

Ikan-ikan tersebut biasanya mati akibat hujan yang berlangsung lama tanpa berhenti. Air hujan yang tawar itu mengalir lewat sungai sehingga membuat ikan-ikan air laut yang biasa menepi ke pinggir sungai tidak bertahan hidup.

"Itu biasa. Tetapi tidak biasa ketika jumlah ikan yang mati banyak. Padahal tidak hujan," ujar Yusri.

Nelayan di daerah pesisir itu coba mencari tahu penyebab ikan mati ini. Mereka lalu menganggap penyebabnya adalah pekatnya lumpur akibat penimbunan bakau yang masuk ke sungai.

"Sungai susah melaporkan itu ke pihak RT/RW. Tetapi laporan itu tidak digubris juga," ucap Yusri. (tom)

Penulis: Thom Limahekin
Editor: nandarson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help