KEJADIAN LAGI! Kepala Lapas Biarkan Napi Bawa Sabu 4 Kilo dan Perempuan ke Dalam Sel

Muchlis ditetapkan sebagai tersangka oleh BNN Provinsi Lampung karena terlibat langsung kasus peredaran narkoba yang dikendalikan napi.

KEJADIAN LAGI! Kepala Lapas Biarkan Napi Bawa Sabu 4 Kilo dan Perempuan ke Dalam Sel
Tribun Lampung
Muchlis Adjie, Kalaps Kalianda Lampung yang menjadi bagian jaringan perederan narkoba narapidana 

TRIBUNBATAM.id, LAMPUNG - Godaan dari narapidana narkoba di dalam Lapas memang sering merontokkan iman pertugas dan pejabat Lapas.

Setelah beberapa tahun lalu, gembong narkoba Freddy Budiman bisa pesta sabu dan seks di kantor pimpinan Lapas, kasus yang hampir mirip terjadi lagi di Lampung.

Giliran Muchlis Adjie, Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) nonaktif Kelas IIA Kalianda, Lampung Selatan yang takluk dalam jaringan narkoba  Lapas.

Muchlis ditetapkan  sebagai tersangka oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Lampung karena terlibat langsung kasus peredaran narkoba yang dikendalikan napi.

Kepala BNNP Lampung Brigjen Pol Tagam Sinaga mengatakan bahwa kejahatan ini diatur secara terorganisir.

"Mungkin ada yang bertanya-tanya, seperti yang pernah disampaikan Kepala BNN RI Komjen Heru Winarko (peredaran Narkoba ada di Lapas), ini terbukti. (napi) memasukkan barang narkoba dalam lapas sebanyak 4 kilogram dan ekstasi 4 ribu (butir) yang dikendalikan narapidana. Semua sudah kita proses dan tangani dengan baik," ungkapnya, Kamis (24/5/2018).

Dari hasil pemeriksaan, terbukti Mukhlis terlibat dalam aliran dana seorang napi bernama Marzuli yang divonis 8 tahun penjara dalam kasus narkoba.

 "Di lapas Kalianda masih menggunakan HP, dan ini dia (Marzuli) langsung berhubungan melalui handphone. Bahkan Kalapas langsung bisa berbicara dengan narapidana tersebut," katanya.

Padahal, lanjut Tagam, Mukhlis mengetahui bahwa Marzuli adalah narapidana kasus narkotika namun membebaskan Marzuli bebas memasukkan narkotika ke dalam lapas.

"Tidak hanya itu, bahkan dia (Marzuli) bebas memasukkan wanita ke dalam lapas tanpa pemeriksaan, tanpa meninggalkan KTP, kemudian dia mengetahui hal tersebut. jadi ada jalur-jalur khusus yang diperuntukkan kepada narapidana atas nama Marzuli," tegasnya.

Halaman
12
Editor: Alfian Zainal
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved