Pengakuan Korban Sindikat Sextortion International, 'Dipancing dengan Wanita, Lalu Diperas'

Para korban kejahatan sextortion ini umumnya adalah remaja pria yang berusia belasan hingga duapuluhan tahun.

Pengakuan Korban Sindikat Sextortion International, 'Dipancing dengan Wanita, Lalu Diperas'
GETTY IMAGES
Ilustrasi kejahatan sextortion atau pemerasan seks. 

TRIBUNBATAM.id- Badan Nasional Pemberantas Kejahatan di Inggris (NCA) mengatakan, pihaknya menerima laporan tentang peningkatan jumlah korban pemerasa seks atau sextortion.

Mereka mengungkapkan, ada 1.304 kasus yang dilaporkan pada tahun 2017, naik dari 428 kasus pada tahun 2015 - meskipun jumlah korban sebenarnya diperkirakan jauh lebih tinggi.

Para korban kejahatan sextortion (dari sex: seks, dan extortion: pemerasan) ini umumnya adalah remaja pria yang berusia belasan hingga duapuluhan tahun.

Mereka dibujuk untuk memfilmkan diri mereka sendiri sambil melakukan tindakan seksual.

Adegan seks ini direkam secara diam-diam dan mereka diperas oleh kawanan penjahat.

Para penyelidik NCA mengatakan, 'puluhan ribu' orang terancam sextortion ini.

Kami menemui seorang laki-laki korban kasus ini dan sepakat untuk memanggilnya dengan nama Simon untuk melindungi jati dirinya.

"Kejadiannya, layar komputer dipasang terbalik - agar saya bisa menonton video diri saya sendiri," katanya kepada kami.

Simon, bukan nama sebenarnya. Foto: via BBC Indonesia

Halaman
1234
Editor: Sri Murni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help