Ramadan dan Lebaran 2018

Ramadan, Berada di Lapas Peninggalan Belanda Benteng Pendam Ambarawa Serasa di Pondok Pesantren

Jauh di dalam tembok tua bernama Benteng Willem I atau dikenal sebagai Benteng Pendem, Ambarawa, sayup-sayup terdengar lantunan Al Quran.

Ramadan, Berada di Lapas Peninggalan Belanda Benteng Pendam Ambarawa Serasa di Pondok Pesantren
kompas.com/ syahrul munir
Para narapidana penghuni Lapas Kelas IIa Ambarawa, Jawa Tengah menghabiskan waktu selama Ramadhan dengan bertadarus Al Quran. 

TRIBUNBATAM.id, AMBARAWA - Jauh di dalam tembok tua bernama Benteng Willem I atau dikenal sebagai Benteng Pendem, Ambarawa, sayup-sayup terdengar lantunan ayat-ayat suci Al Quran.

Semakin didekati, suaranya makin jelas.

Nadanya bermacam-macam, ada yang parau, serak tapi ada pula yang merdu.

Suara-suara ini berasal dari para narapidana Lapas Ambarawa yang tengah bertadarus di Masjid Darut Ta’ibin di kompleks Lapas peninggalan Belanda tersebut.

Mereka duduk bersila secara melingkar.

Sebagian menghadap dampar atau meja kayu panjang untuk meletakkan Al Quran, sebagian lagi langsung memegangya dengan tangan.

"Tadarus kami lakukan setiap pagi habis tausiyah pagi," kata Ketua Takmir Masjid Darut Ta’ibin, Budi Supriyanto (58), Jumat (25/5/2018) pagi.

Ia mengatakan, tadarus pada bulan Ramadan ini dilakukan setiap pagi, siang dan malam hari.

Tadarus pagi hari dilakukan setelah shalat dhuha dan menyimak tausyiah pagi yang disampaikan oleh penyuluh dari Kantor Kemenag Kabupaten Semarang.

Tadarus siang, dilakukan selepas dzuhur sampai ashar dan tadarus malam dilakukan setelah tarawih.

Halaman
1234
Editor: Sri Murni
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved