Berita Bintan

Harga Daging Sapi 'Hantui' Diskoperindag Bintan, Pegawai Terpaksa Pasang 'Mata' di Pasar-pasar!

Disperindag Bintan mengerahkan pegawai khususnya memantau perkembangan harga daging sapi menjelang Lebaran. Ada apa?

Harga Daging Sapi 'Hantui' Diskoperindag Bintan, Pegawai Terpaksa Pasang 'Mata' di Pasar-pasar!
KOMPAS.com/SUKOCO
Ilustrasi 

TRIBUNBINTAN.COM, BINTAN-Daging sapi masuk dalam radar utama Satgas Pangan Kabupaten Bintan pada ramadan 2018. Harga komoditas ini cenderung mudah berubah dalam waktu singkat padahal rantai distribusinya di lapangan baik-baik saja.

Anggota Satgas Pangan PPNS Perdagangan Setia Kurniawan mencatat, sebelum masuk puasa lalu, daging sapi melonjak tajam menjadi Rp 160 ribu per kilogram. Lalu dua hari setelah puasa turun drastis menjadi Rp 145 ribu per Kg.

Baca: Kisah Warga Muslim di Islandia Harus Berpuasa Selama 22 Jam! Begini Buka dan Sahurnya!

Baca: Bak Pegulat, Sergio Ramos Banting Mo Salah Hingga Terkapar, Sindiran Legenda Bola Inggris Menohok!

Baca: Mengharukan! Temukan Uang Rp20 Juta, Tukang Sampah Jujur di Yogya Ini Keliling Mencari Pemiliknya!

Pernah juga bertengger di harga Rp 155 ribu per Kg. Di luar bulan puasa dan hari hari besar, daging sapi normalnya Rp 135 ribu per Kg. Dengan kecenderungan demikian, apa yang terjadi dengan daging sapi?

"Itu yang sedang kita pelototin kenapa bisa begitu, kok tiba tiba ada lonjakan harga," kata Setia Kurniawan, Minggu (27 /5/2018).

Amatan bagian perdagangan Satga Pangan, dalam konteks daging sapi, terdapat semacam anomali (keanehan). Masih perlu penyelidikan, mengapa harganya menggeliat dalam sekejap.

Setia Kurniawan mengatakan, pihaknya akan terus mencermati pergerakan komoditi daging sapi sampai pada menjelang lebaran.

Harapannya tidak lagi terjadi situasi seperti awal puasa lalu yang mendadak harganya bergerak liar tiba tiba. Pedagang sapi diminta untuk tidak coba coba bermain harga dengan memanfaatkan momen keramaian belanja.

Ilustrasi
Ilustrasi (KOMPAS.COM)

Baca: Meredam Tensi Persaingan Pilwako Selama Ramadan, Ini Siasat Kapolres Tanjungpinang!

Baca: Agar Tidak Paceklik Selama Puasa, Warga Bisa Mendonor Darah ke PMI Tanjungpinang Malam Hari!

"Tidak boleh mencari keutungan dengan cara demikian. Di undang undang perdagangan, siapapun yang menghambat lalulintas barang perdagangan,

menahan barang yang kemudian menyebabkan kelangkaan sehingga harga melambung dengan tujuan mencari keuntungan, kan sudah jelas bisa dipidana,"kata Setia.

Satgas akan terus memonitor jalinan distribusi daging sapi agar tidak terjadi aksi ambil untung sepihak.

Perlu ditegaskan, ketentuan perdagangan terhadap kebutuhan pokok dan penting bersifat utuh. Tidak ada lagi istilah umum selama ini, harga naik karena permintaan tinggi.(*)

Penulis: Aminnudin
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved