Mellennial

Pernah Ketindihan saat Tidur? Ternyata Ini yang Sebenarnya Terjadi

Selama ini terjadinya ketindihan yakni perasaan tubuh kaku dan tidak bisa bergerak saat sedang tidur selalu dikaitkan dengan mistis.

Pernah Ketindihan saat Tidur? Ternyata Ini yang Sebenarnya Terjadi
TRIBUNBATAM/MONA ANDRIANI

HAI Guys, ada nggak yang pernah mengalami ketindihan saat tertidur? Selama ini terjadinya ketindihan yakni perasaan tubuh kaku dan tidak bisa bergerak saat sedang tidur selalu dikaitkan dengan mistis.

Padahal sebenarnya terjadinya ketindihan dikenal juga lho dalam dunia medis. Yakni dikenal dengan istilah sleep paralysis.

Seperti yang dikatakan oleh Patria, humas Rumah Sakit Awal Bros. Dia mengaku pernah merasakan sleep paralysis, yakni tubuhnya tidak bisa bergerak tetapi matanya sedikit terbuka dan pikiran dalam keadaan sadar.

"Pas itu mungkin dalam keadaan capek ya. Baru siap olahraga, lelah jadi langsung tidur," katanya.

Bahkan Reza Putri Maharani, anggota Azzura Models Batam ini juga pernah merasakan hal demikian. Tubuhnya tidak bisa bergerak, merasa sangat kaku, tetapi matanya dalam keadaan tertutup.

"Baru sekali merasakan ini. Mau gerak susah, sadar tapi mata masih tutup. Badan aja nggak bisa bergerak, sebentar aja sih memang. Habis itu normal lagi," ungkapnya.

Dr Syed Muhammad Hariz, dokter umum Rumah Sakit Awal Bros mengatakan, sleep paralysis biasanya terjadi pada usia muda dan dipengaruhi gaya hidup kurang sehat.

Baca: Aplikasi Muslim Makin Banyak, Simak Tips Cara Pilih Paling Cocok

Baca: Masuk Dunia Kerja Tak Selalu Menakutkan Kok. Simak Rahasianya di Sini!

Baca: Trik Memilih Pembersih Wajah Sesuai Jenis Kulit

"Penyebabnya biasanya karena kurang tidur, banyak konsumsi cafein, stres, makan berlebih tiga jam menjelang tidur, dan beraktivitas berlebihan empat jam menjelang tidur," kata dr Syed, Jumat (25/5/2018).

Sleep paralysis ini terjadi di antara siklus tidur, no REM, REM, no REM. REM yang dimaksud adalah saat kamu sudah memasuki dunia mimpi. Otak dibuat beraktivitas sementara dari otak paralysis ke tubuh terutama otot-otot untuk melemah dan tidak kaku.

"Jadi tidur ketindihan ini bisa terjadi saat akan tidur dan akan bangun tidur. Sebelum ke REM fase waktu bisa di antara 10-60 menit. Dan setelah REM akan terjadi setelah 90 menit kita tertidur, di sini otak sudah mulai bekerja tetapi tubuh belum merespon perintah dari otak," ungkapnya.

Sleep paralysis dianggap menakutkan karena biasanya yang terjadi adalah berhalusinasi saat sleep paralysis, otak bekerja saat kembali mengingat memori lama tentang tidur ketindihan. Sehingga tidur ketindihan dianggap mistis dan menakutkan.

"Jadi saat sleep paralysis kita tidak perlu panik. Karena ini terjadi hitungan detik hingga menit. Usahakan tenang, dan gerakan saraf saraf yang ringan. Mulai saraf bola mata, tangan, hingga saraf dan otot yang besar," ujarnya.

Sleep paralysis akan didapatkan bagi kamu yang mempunyai gaya hidup yang salah. Saat terjadi sleep paralysis tidak perlu cemas. Tetapi bagi yang menderita narkolepsi barulah perlu mendapatkan kontrol dari dokter. (*)

Tips
Tangani Sleep Paralysis
1. Usahakan tidur di tempat yang senyaman mungkin
2. Tidur yang baik di ruangan yang minim cahaya
3. Usahakan tidak makan tiga jam sebelum tidur
4. Usahakan tidak beraktivitas terlalu berat empat jam sebelum tidur
5. Tidur cukup 6-8 jam sehari, lakukan secara rutin. (*)

Penulis: Andriani Mona
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved