Berita Anambas

Selalu Jualan Pariwisata Penggerak Ekonomi, Dukungan APBD Pemkab Anambas Dikritik Masih Minim!

Rendahnya perhatian pada pengembangan pariwisata sebelumnya menjadi catatan DPRD Kabupaten Kepulauan Anambas saat Lkpj Bupati Anambas!

Selalu Jualan Pariwisata Penggerak Ekonomi, Dukungan APBD Pemkab Anambas Dikritik Masih Minim!
Dok. HaloMoney.co.id
Ilustrasi 

TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS-‎Minimnya perhatian pada sektor pariwisata ditanggapi Ketua LSM Tatanan Wisata Anambas (Tawas). Selain meminta kepada Pemerintah Daerah untuk bisa lebih serius dalam mengembangkan sektor unggulan ini,

ia juga meminta kepada Pemerintah Daerah untuk berinovasi dalam mengembangkan sektor potensial ini, termasuk mengejar dana ke Pemerintah Pusat.

Baca: Putri Konglomerat Ini Disebut Mualaf setelah Menikahi Keluarga Bakrie, Ini Penampakannya!

Baca: Inilah Suku Lingon! Bule Asli Indonesia dengan Mata Biru dan Keberadaannya Misterius!

Baca: Heboh Foto Siswa SMA di NTB Kerjakan Ujian di Luar Ruang Kelas, Ini Fakta yang Sebenarnya!

Baca: Terungkap! Inilah 5 Gangster Terbesar di Dunia! Nomor 2 Penghasilannya Mengejutkan!

"Kalau memang serius jangan setengah-setengah. Kalau memang tidak sanggup menggunakan APBD, mungkin bisa berkoordinasi ke pusat untuk pengembangan sektor pariwisata ini," ujar Indra Syahputra saat dihubungi, Minggu (27/5/018).

‎Ia pun juga meminta kepada tim terpadu percepatan koordinasi Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas di bidang infrastruktur pariwisata dan perikanan yang dibentuk berdasarkan Surat Keputusan Bupati nomor 213 tahun 2017

untuk dapat bekerja lebih ekstra lagi dalam merealisasikan dan mengoptimalkan sektor pariwisata yang ada di Anambas. Peran aktif semua pihak pun, menurutnya penting dalam memaksimalkan pariwisata yang ada di Anambas.

kawasan wisata di Pulau Bawah Anambas
kawasan wisata di Pulau Bawah Anambas (Tribun Batam/Septyan Mulia Rohman)

"Memang harus peran aktif semua pihak. Termasuk pembentukan tim percepatan pembangunan itu. Kalau menggunakan APBD untuk memaksimalkan pariwisata paling berapa lah. Ini kalau komitmen untuk menjadikan pariwisata sebagai skala prioritas," ‎ungkapnya.

Ia menilai infrastruktur penunjang pada sejumlah destinas pariwisata di Anambas belum begitu nyata terlihat. Sejumlah infrastruktur mendasar termasuk akses transportasi dan ketersediaan akses internet di sekitar lokasi wisata, menurutnya masih menjadi Pekerjaan Rumah yang harus diselesaikan Pemerintah Daerah beserta dengan OPD nya.

"Sejauh ini belum begitu terlihat. ‎Seperti di Air Terjun Neraja di Kecamatan Jemaja Timur. Padahal, spot wisatanya bagus. Tetapi, sarana prasarana pendukungnya masih kurang mendukung.

Artinya, memang perlu kerjasama semua pihak untuk mengoptimalkan pariwisata di Anambas ini. Tidak bisa hanya dilakukan sendirian," bebernya.

Rendahnya perhatian pada pengembangan pariwisata sebelumnya menjadi catatan DPRD Kabupaten Kepulauan Anambas. Dalam rapat paripurna istimewa dengan agenda penyampaian rekomendasi terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj)

Bupati Anambas tahun anggaran 2017 Kamis (24/5/2018) kemarin, Panitia Khusus LKPj DPRD menilai sektor unggulan ini belum mendapat perhatian yang memadai. Hal ini terlihat dari aloasi anggaran yang hanya Rp 6,180 miliar lebih untuk sektor pariwisata.

"Sementara selama ini mengklaim dan mempromosikan Anambas sebagai kabupaten maritim dengan ciri khas kepulauan. Sementara, alokasi anggarannya hanya 0,81 persen dari APBD Anambas tahun 2017.

Padahal, dibandingkan dengan potensi dan daya ungkit ekonomi‎ yang bisa digerakkan di Anambas, berdampak pada investasi yang diharapkan akan lebih besar," ujar Wakil Ketua Pansus LKPj, H. Dhannun belum lama ini.(*)

Penulis: Septyan Mulia Rohman
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved