25 Pasangan Kumpul Kebo Terjaring Saat Razia di Batam, Satunya WNA

Saat ditanyakan hubungan mereka, kebanyakan tidak mempunyai hubungan yang sah alias suami-istri.

25 Pasangan Kumpul Kebo Terjaring Saat Razia di Batam, Satunya WNA
istimewa
Razia penyakit masyarakat di Kota Batam, Senin (28/5/2018) dini hari. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Tim Gabungan TNI, Polri, Satpol PP dan intansi lainya yang ada di Kota Batam melakukan razia di beberapa wisma di Kota Batam, Senin (28/5/2018) dini hari.

Dalam razia itu, tim gabungan mengamankan sebanyak 25 pasangan kumpul kebo yang sedang berada di dalam kamar.

Saat ditanyakan hubungan mereka, kebanyakan tidak mempunyai hubungan yang sah alias suami-istri.

Pasangan kumpul kebo yang tidak bisa membuktikan kalau mereka adalah suami-istri sah, langsung dibawa ke Mako Satpol PP yang ada di Batuaji.

Mereka dibawa menggunakan truk Satpol PP.

Baca: Pengakuan Anak Sulung Sule Tentang Keluarganya yang Terpisah Saat Ramadan Ini

Baca: Ramadan, Berada di Lapas Peninggalan Belanda Benteng Pendam Ambarawa Serasa di Pondok Pesantren

Razia pasangan kumpul kebo di Batam, Senin (28/5/2018) dini hari.
Razia pasangan kumpul kebo di Batam, Senin (28/5/2018) dini hari. (istimewa)

Kasi Operasi Satpol PP Kota Batam Anto yang ikut dalam kegiatan teraebut mengatakan, ini merupakan bagian dari Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat).

Pekat dilakukan di Bulan Ramadam untuk menekan kegiatan asusila di Kota Batam.

"Sasaran utama kita adalah wisma, panti pijat dan kos-kosan. Ada 25 pasangan yang kita amankan. Mereka tidak memiliki identitas dan dokumen pernikahan yang sah. Dan, selama ini duduga hidup kumpuk kebo,"jelas Anto pada TRIBUNBATAM.id, Senin (28/5/2018).

Sementara itu, Tim Gabungan juga mengamankan seorang warga megara asing (WNA).

"Ada juga satu orang WNA yang kita amankan. Nanti semuanya akan kita data di kantor," lanjutnya

Dengan adanya kegiatan ini diharapkan penyakit masyarajat di Kota Batan sudah bisa berkurang.

Apalagi selama Bulan Ramadhan. (*)

Penulis: Eko Setiawan
Editor: Sri Murni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help