Kepala Dinas ESDM Kepri: Agustus, Perusahaan Bauksit Kena Evaluasi! Ada Apa?

Saya minta semua dokumen itu diurus dan diserahkan kepada instansi-instansi ini supaya kalian tidak ditangkap saat melakukan ekspor

Kepala Dinas ESDM Kepri: Agustus, Perusahaan Bauksit Kena Evaluasi! Ada Apa?
tribunbatam/thom limahekin
Kepala Dinas ESDM Kepri bertemu dengan Pt GBA, Bea Cukai, Polair dan Lanal di Kantor Gubernur Kepri di Pulau Dompak Tanjungpinang, Senin (28/5/2018) 

TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG-Kendati mengantongi izin untuk menambang dan mengekspor bijih bouksit PT Gunung Bintan Abadi (GBA) harus tetap memenuhi beberapa kewajiban.

Kepala Dinas ESDM Kepri Amjon mengingatkan manajemen perusahaan tersebut agar segera melengkapi segala dokumen perizinan yang berkaitan dengan stakeholder lain. Misalnya, Bea dan Cukai, Polair dan Lanal.

Baca: Suka Duka Pasukan Raider! Harus Sanggup Lari Puluhan Kilometer hingga Tidur di Bawah Hujan Deras!

Baca: Mengejutkan! Bukan Karena Penyakit, 5 Orang Ini Meninggal Karena Tertawa Terlalu Keras!

Baca: Menyegarkan! Inilah Es Susu Kurma, Tantangan Baru Buka Puasa! Begini Bikinnya!

"Saya minta semua dokumen itu diurus dan diserahkan kepada instansi-instansi ini supaya kalian tidak ditangkap saat melakukan ekspor," tegas Amjon dalam rapat koordinasi dengan manajemen PT GBA dan instansi terkait, Senin (28/5/2018) siang.

Menurut Amjon, izin usaha pertambangan untuk PT GBA sudah diterbitkan oleh Kementerian ESDM. Namun, kementerian masih terus mengevaluasi dan mengontrol perkembangan aktivitas perusahaan tersebut di lapangan.

Izin usaha itu diberikan untuk jangka waktu lima tahun mendatang. Selama kurun waktu ini, PT GBA harus membangun smelter sendiri. Kementerian selalu mengontrol dam mengawasi setiap enam bulan sekali.

"Jadi, selama lima tahun itu, perusahaan tetap mengekspor bouksit tetapi juga perlahan-lahan membangun smelter," sebut Amjon.

Dia menambahkan, enam bulan pertama misalnya, kementerian akan mengevaluasi berkas atau dokumen pembangunan smelter.

Enam bulan ke dua, ada lagi tahapan yang akan dievaluasi. Perusahaan dituntut untuk mengikuti setiap tahapan sesuai dengan batas waktu yang diberikan kementerian.

Baca: Mengejutkan! Inilah 4 Tokoh Sejarah Dunia Dengan Kisah Paling Aneh! Nomor 3 Paling Heboh!

Baca: Jangan Remehkan! Agar Pencernaan Nyaman, Hindari Konsumsi 5 Makanan Ini Saat Berbuka Puasa!

Baca: Keluhkan Bau Mulut saat Jalankan Ibadah Puasa? Jangan Panik, Ikuti Saja 4 Tips Kesehatan Gigi Ini!

"Kalau melanggar dari batas waktu yang diberikan, maka perusahaan akan dikenai sanksi. Misalnya, pengurangan kuota dan bahkan pencabutan izin. Pada Agustus ini, pihak kementerian mengevaluasi untuk kali pertama," tegas Amjon lagi.

Kepala Dinas ESDM Kepri bertemu dengan Pt GBA, Bea Cukai, Polair dan Lanal di Kantor Gubernur Kepri di Pulau Dompak Tanjungpinang, Senin (28/5/2018)
Kepala Dinas ESDM Kepri bertemu dengan Pt GBA, Bea Cukai, Polair dan Lanal di Kantor Gubernur Kepri di Pulau Dompak Tanjungpinang, Senin (28/5/2018) (tribunbatam/thom limahekin)

Direktur PT GBA Edi Purwanto mengatakan kementerian sudan menunjukkan konsultan independen, PT Rekayasa Industri untuk mengawasi perusahaannya. PT GBA sedang mengurus semua dokumen untuk pembangunan smelter.

"Seluruh dokumen sedang kami urus. Selama ini kami sudah mencapai 2 persen. Semuanya akan diketahui pada enam bulan pertama," jawab Edi.

PT GBA memiliki izin untuk mengekspor biji bouksit dengan kandungan 42 persen. Amjon memastikan, ekspor biji bouksit dengan kandungan tersebut akan berlangsung selama lima tahun mendatang.

Namun, setelah itu, perusahaan sudah harus mengekspornya dalam bentuk alumina. Sebab, saat itu mengandaikan perusahaan tersebut sudah memiliki smelter sendiri.(*)

Penulis: Thom Limahekin
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help