Berita Anambas

Dampak Pencurian Kabel Bawah Laut di Bintan Hebohkan Anambas! Sinyal Mendadak Jeblok!

Pencurian kabel bawah laut di sebelah utara Tanjung Berakit, Kabupaten Bintan, Sabtu (26/5/2018) berdampak sinyal di Anambas jeblok

Dampak Pencurian Kabel Bawah Laut di Bintan Hebohkan Anambas! Sinyal Mendadak Jeblok!
Tribunbatam/Septyan Mulia Rohman
Anak-anak yang asyik berkumpul sambil bermain telepon genggam cerdas di salahsatu kedai yang ada di Tarempa. Dampak pencurian kabel fiber optik di Bintan belum lama ini, berdampak pada layanan kualitas telekomunikasi di Anambas. Foto diambil sebelum puasa 

TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS-‎Pencurian kabel bawah laut serat kaca di sebelah utara Tanjung Berakit, Kabupaten Bintan, Sabtu (26/5/2018) kemarin berdampak pada kualitas sinyal telekomunikasi di Anambas, khususnya di Tarempa.

Layanan 4G yang semula bisa diperoleh meski baru pada beberapa titik, menghilang sejak beberapa hari terakhir.

Baca: Mengejutkan! Bukan Karena Penyakit, 5 Orang Ini Meninggal Karena Tertawa Terlalu Keras!

Baca: Heboh! Sule dan Andre Taulany Kaget, Desta Mendadak Jatuh Nyungsep saat Siaran Langsung!

Baca: Mengejutkan! Inilah 4 Kelompok Mimpi yang Sering Menghampiri Tidur Anda! Nomor 2 Paling Mendebarkan!

"Ada pengaruh dalam kualitas jaringan telekomunikasi akibat kejadian di Bintan itu," ujar Kepala Dinas Komunikasi, informatika dan statistik Kabupaten Kepulauan Anambas, Jeprizal Selasa (29/5/2018).

Jeprizal pun merasa perlu untuk menyampaikan hal ini karena banyak informasi simpang siur yang menyebutkan kalau hilangnya sinyal 4G sejak empat hari terakhir karena berakhirnya masa percobaan selama dua bulan paska kunjungan Menkominfo Rudiantara ke Anambas.

‎Buruknya kualitas jaringan telekomunikasi ini pun, diakuinya mendapat respon dari pihak salahsatu provider. Mereka kemudian menjelaskan kalau dampak dari

pencurian kabel itu berpengaruh pada pergeseran kabel Palapa Ring Barat (PRB) sehingga berdampak pada kualitas sinyal telekomunikasi di Anambas.

Dari penjelasan pihak provider juga diketahui kalau kabel yang dicuri sebanyak lebih kurang lima ton itu juga berdampak pada berubahnya posisi kabel fiber optik PRB yang tidak menutup kemungkinan ada kerusakan.

Baca: Heboh! Ikan di Indonesia Ini Dijuluki Ninja Bawah Air! Inilah 4 Keistimewaannya!

Baca: Terungkap! Inilah 5 Kota di Dunia yang Memiliki Nama Sama! Nomor 5 Sejarahnya Mengejutkan!

Baca: Mengejutkan! Inilah 7 Cara Ampuh Hilangkan Rasa Kantuk Saat Jalani Puasa! Mau Mencoba?

"‎Dari hasil pengecekan menggunakan alat pendetesi kabel bawah laut, diperkirakan ada kerusakan sepanjang 50 kilometer dari Batam ke Anambas. Dari tim PRB bakal menurunkan tim mengecek kabel yang rusak itu. Mereka juga berjanji untuk memperbaiki itu," ungkapnya.

Anak-anak yang asyik berkumpul sambil bermain telepon genggam cerdas di salahsatu kedai yang ada di Tarempa. Dampak pencurian kabel fiber optik di Bintan belum lama ini, berdampak pada layanan kualitas telekomunikasi di Anambas. Foto diambil sebelum puasa
Anak-anak yang asyik berkumpul sambil bermain telepon genggam cerdas di salahsatu kedai yang ada di Tarempa. Dampak pencurian kabel fiber optik di Bintan belum lama ini, berdampak pada layanan kualitas telekomunikasi di Anambas. Foto diambil sebelum puasa (Tribunbatam/Septyan Mulia Rohman)

Pengungkapan kabel fiber optik yang dirusak itu dilakukan oleh KN Belut Laut milik Badan Keamanan Laut (Bakamla) Republik Indonesia saat melakukan patroli di Perairan Desa Tanjung Berakit Kecamatan Teluk Sebong, Sabtu (26/5/2018) kemarin.

Saat itu, KM. Tapan Ocean yang membawa muatan kabel lebih kurang ‎seberat lima ton itu, diamankan kapal patroli Bakamla yang dipimpin AKBP Capt Nyoto Saptono (Han), M Mar ini terlihat melakukan ativitas mencurigakan.

Selain didapati dokumen seperti Surat Persetujuan Berlayar, dokumen awak kapal, manifest, surat ukur, pas besar sementara dan sertifikat keselamatan yang sudah tidak berlaku, dalam pemeriksaan petugas juga menemukan kabel fiber optik yang ‎tidak dilengkapi dokumen berikut

Alat potong kabel, kompresor udara, selang dan alat selam. Barang bukti dan dua orang tersangka dibawa ke pangkalan Bakamla di Jembatan 2 Barelang, Batam Provinsi Kepri untuk diproses lebih lanjut. (*)

Penulis: Septyan Mulia Rohman
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved