Inilah Pemuda yang Menewaskan Begal dan Jadi Tersangka, Ternyata Santri dari Madura

Pemuda berusia 19 tahun itu selama ini tinggal di Kabupaten Pamekasan Madura. Dia sudah sejak lima hari sebelum puasa berada di Kota Bekasi.

Inilah Pemuda yang Menewaskan Begal dan Jadi Tersangka, Ternyata Santri dari Madura
Warta Kota/Muhammad Azzam
Mohamad Irfan Bahri, korban begal yang serang balik pembegal hingga tewas. 

Setelah ke sepupunya, lanjut Irfan. AS kemudian menghampirinya dan juga meminta telepon genggamnya.

AS juga mengancam dengan celurit dan mengayunkan celuritnya ke atas.

Namun, Irfan berhasil menangkis dan merebut celurit dari tangan pelaku.

"Iya pas pelaku mengangkat celurit ke atas, saya reflek saja menangkisnya, dan saya tendang kaki pelaku sampai terjatuh, langsung saya rebut celuritnya dan balas bacok pelaku. Lalu saya ambil HP milik sepupu saya dari tangan orang itu," ujarnya.

Setelah HP direbut, ke dua pelaku kabur. Sedangkan Irfan dan sepupunya yang penuh dengan luka bacok langsung mencari klinik terdekat.

"Abis itu saya cari klinik buat obati luka bacokan. Usai diobati di klinik, saya dijemput paman, langsung membuat laporan di Polres Metro Bekasi, pada Rabu (23/5) pukul 04.00 subuh."

Irfan mengungkapkan, apa yang dilakukannya semata-mata hanya untuk membela diri, karena nyawanya terancam.

"Saya khawatir saat saya dan sepupu diancam pakai celurit. Saya cuma mikir, kalau saya enggak ngelawan saya bakal mati ,"paparnya.

Akibat kejadian itu, Irfan mengalami enam luka bacokan, di punggung, tangan, pelipis, sama paha.

Halaman
1234
Editor: Alfian Zainal
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved