Pilkada Tanjungpinang 2018

Kampanye Bagi Takjil Harus Dilaporkan, Panwaslu Tanjungpinang Klaim Ada Laporan Masuk! Siapa?

Sudah ada temuan dan laporan ke Panwaslu. Maka kami langsung melakukan penelusuran, sekaligus mengundang pemanggilan tim pemenangan

Kampanye Bagi Takjil Harus Dilaporkan, Panwaslu Tanjungpinang Klaim Ada Laporan Masuk! Siapa?
KOMPAS.COM
Ilustrasi 

TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG- Kampanye yang bersamaan di bulan suci ramadhan, dimanfaatkan oleh tim pemenangan kedua pasangan calon dengan pembagian takjil buka puasa. Hal tersebut, menjadi sorotan Panwaslu Kota Tanjungpinang.

"Sudah ada temuan dan laporan ke Panwaslu. Maka kami langsung melakukan penelusuran, sekaligus mengundang pemanggilan tim pemenangan kedua pasangan calon ke kantor panwaslu Senin (28/5/2018) kemarin," kata Maryamah, Ketua Panwaslu Tanjungpinang, Selasa (29/5/2018).

Baca: Heboh! Sule dan Andre Taulany Kaget, Desta Mendadak Jatuh Nyungsep saat Siaran Langsung!

Baca: Terungkap! 7 Takhayul Masih Dipercaya Keluarga Kerajaan Inggris hingga Kini! Nomor 4 Mengejutkan!

Baca: Mengejutkan! Inilah Password yang Mudah Dibobol, Beberapa Sering Digunakan Orang Indonesia!

Maryamah menuturkan, dalam pertemuan tersebut panwaslu memberikan penjelasan sekaligus teguran, bahwa dalam masa kampanye Pilkada yang bersamaan dengan bulan suci Ramadan, maka kedua paslon dan tim pemenangannya,

masih dan tetap terikat dengan aturan yang telah ditentukan dalam PKPU No.4 Tahun 2018 tentang Kampanye dan PKPU No.5 Tahun 2017 Tentang Laporan Dana Kampanye, sebagai kontestan selama bulan Ramadhan.

"Panwaslu tidak membatasi siapa pun untuk berbuat kebaikan atau bersedekah, tapi paslon harus menaati aturan yang ada. Jika Paslon terbukti menyalahi larangan kampanye maka Panwaslu akan menindak tegas," tegas Maryamah

Muhamad Zaini, Komisioner Panwaslu Kota Tanjungpinang menjelaskan, dalam pertemuan tersebut dibuat komitmen kesepakatan bersama tim pemenangan Paslon,

yang dituangkan dalam Berita Acara, tentang ketentuan kampanye pembagian takjil buka puasa di bulan Ramadhan.

Baca: Maling Berkeliaran di Jemaja! Pulang Tarawih, Eni Kaget Uang Rp 60 Juta Raib!

Baca: Terungkap! Inilah 5 Manfaat Tak Terduga Deodoran Selain Hilangkan Bau Badan! Nomor 5 Mengejutkan!

Baca: Mengejutkan! Inilah 4 Tokoh Sejarah Dunia Dengan Kisah Paling Aneh! Nomor 3 Paling Heboh!

Dalam ketentuan yang disepakati, Paslon dan tim pemenangan tetap harus mengirimkan surat pemberitahuan berbagai kegiatan kampanye. Termasuk kampanye berupa pembagian takjil, kepada Polres, Panwaslu dan KPU.

"Bahan kampanye atau nilai takjil tidak melebihi Rp. 25.000. Kemudian biaya atau dana pengeluaran takjil harus direkap dan dilaporkan ke dalam laporan penerimaan dan pengeluaran dana kampanye," katanya.

Namun jika pembagian takjil tersebut, murni untuk kebaikan sedekah di bulan ramadhan, lanjut Zaini, maka gelas cup kemasan minuman tidak boleh ada stiker paslon,

tidak boleh disertai pembagian brosur atau pamflet, tidak boleh ada spanduk gambar paslon, tidak boleh dilakukan oleh tim pemenangan atau relawan.

"Tapi realitas di lapangan, memenuhi unsur kampanye, ada cup gambar paslon, ada pembagian brosur pamplet, spanduk yang terdapat gambar paslon dan tidak ada surat pemberitahuan," katanya.

Sehingga setelah pertemuan kemarin, maka tidak ada lagi toleransi dan akan ditindak tegas. Dengan begitu dia berharap Pilkada Tanjungpinang berlangsung damai, bersih, berkualitas dan bermartabat.(*)

Penulis: M Ikhwan
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help