Batam antara FTZ atau KEK

Ketua Apindo: KEK Beri Keuntungan Untuk 1 Orang. Keuntungan FTZ untuk 1.000 Orang. Pilih Mana?

Cahya mengakui, jika ditanyakan kepada masyarakat memang tak menutup kemungkinan, ada yang memilih satu dari keduanya, baik FTZ atau KEK

Ketua Apindo: KEK Beri Keuntungan Untuk 1 Orang. Keuntungan FTZ untuk 1.000 Orang. Pilih Mana?
TRIBUNBATAM/ANDRIANO MONA
Ketua Apindo Batam Ir Cahya 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Tim Revitalisasi dan Optimalisasi Free Trade Zone (FTZ) Batam melakukan audiensi dengan DPRD Provinsi Kepri bertempat di Gedung Graha Kepri, Senin (28/5) sore. Kegiatan itu disatukan dengan buka puasa bersama.

Pantauan Tribun, jalannya audiensi ini berlangsung santai dan penuh kekeluargaan.

Masing-masing anggota menyampaikan unek-uneknya di hadapan Ketua DPRD Provinsi Kepri, Jumaga Nadeak.

Baca: Ketua Tim Revitalisasi dan Optimalisasi FTZ Ajak Wali Kota Batam Duduk Bareng. Ini Tujuannya

Baca: Arab Saudi vs Italia - Roberto Mancini Debut, Italia Menang. Mario Balotelli Cetak Gol

Baca: Benarkah Awal Konflik Pangeran Charles dengan Lady Diana Terkait Pangeran Harry?

Selain Jumaga, juga hadir Sahat Sianturi, Asmin Patros, dan Hotman Hutapea. Sedangkan dari DPRD Kota Batam, hadir Ketua DPRD Kota Batam, Nuryanto, meski sebentar.

Sementara dari tim, hadir formasi lengkap. Mulai dari ketua, sekretaris, wakil sekretaris, bendahara, dan anggota lainnya. Termasuk praktisi hukum Ampuan Situmeang, dan mantan pentolan pejabat BP Batam, Istono yang kini bergabung di tim tersebut.

Pembahasan FTZ atau Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) memang menghangat saat ini.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kepri, Cahya yang juga bendahara di tim itu mengakui, jika ditanyakan kepada masyarakat memang tak menutup kemungkinan, ada yang memilih satu dari keduanya, baik FTZ atau KEK.

"Kita lihat, pemerintah ingin Batam bertransformasi dari FTZ ke KEK dalilnya untuk meningkatkan ekonomi, daya saing Batam. Kata siapa? Kalau pembahasan disuruh pilih FTZ atau KEK, tentu ada yang milih dua-duanya. Tapi di luar KEK sekarang berteriak," kata Cahya.

"Kalau dibandingkan satu-satu, boleh kami simpulkan dari kaca mata umum. KEK memberikan keuntungan untuk satu orang, FTZ keuntungannya untuk 1.000 orang. Kita pilih yang mana?," katanya.

Baca: Ribuan e-KTP Ditemukan Tercecer di Bogor. Pejabat di Kemendagri Ini Kena Mutasi

Baca: Inilah Pria yang Bercanda Soal Bom di Pesawat di Pontianak. Ini Ancam Hukuman Terhadapnya

Baca: Buka Bersama Pimpinan DPR, Fahri Hamzah Duduk Bersebelahan dengan Presiden Jokowi

Dikatakan, pihaknya ingin FTZ tetap disuarakan. Lantas bagi kawasan industri yang menginginkan insentif, silakan mengajukan bonusnya kepada pihak yang berwenang.

Lain dengan Cahya, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kepri, Ahmad Ma'ruf Maulana yang juga bendahara di tim itu mengatakan, posisi Batam yang memiliki fasilitas FTZ saat ini sangat diuntungkan karena adanya perang dagang antara Cina dan Amerika. Dikatakan, banyak investor yang lari ke Batam.

"Ada dari Jepang, Korea, Cina. Mereka pilih Batam karena ada FTZ. Kalau tak ada itu, mereka akan masuk ke Jakarta," kata Ma'ruf.

Karena itu, iapun ingin DPRD menyuarakan kepada pemerintah pusat agar FTZ tetap dipertahankan. (wie)

Tags
Cahya
FTZ
Penulis: Dewi Haryati
Editor: nandarson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help