Batam antara FTZ atau KEK

Ketua Tim Revitalisasi dan Optimalisasi FTZ Ajak Wali Kota Batam Duduk Bareng. Ini Tujuannya

"Kalau beliau berkenan, kami dengan senang hati meminta kesedian audiensi. Kami berterima kasih bisa duduk bareng," kata Soerya

Ketua Tim Revitalisasi dan Optimalisasi FTZ  Ajak Wali Kota Batam Duduk Bareng. Ini Tujuannya
TRIBUNBATAM/EKO SETIAWAN
Soerya Respationo 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Ketua Tim Revitalisasi dan Optimalisasi FTZ Batam (Tim FTZ plus plus), Soerya Respastiono, sudah bertemu langsung dengan Gubernur Kepri, Nurdin Basirun, Sabtu akhir pekan lalu.

Soerya mengajak Gubernur duduk bareng, mencari solusi bersama atas permasalahan yang sedang ngetren saat ini, antara FTZ dan KEK,untuk mencari jalan keluar paling tepat untuk semua warga Batam, Kepri.

"Lepaskan ego sektoral masing-masing. Kita cari rumusan yang tepat. Gubernur usulkan untuk kongkow sama, sambil musyawarah bersama mencari jalan keluar dari dua kutub yang berbeda," kata Soerya, usai audiensi, Senin (28/5/2018) malam.

Baca: Diam-diam Gubernur Nurdin Basirun dan Soerya Respationo Bertemu Bahas FTZ dan KEK Batam

Baca: Soal Tranformasi FTZ ke KEK. Wawako: Sudah Dibahas Sejak 2016, Kenapa Baru Kini Dipersoalkan?

Baca: Gupri Ingin Batam Cepat Jadi KEK, Pengusaha Tetap Ingin FTZ, Moeldoko: Yang Pasti Harus Jadi Sesuatu

Adapun keberadaan tim yang diketuainya itu, memiliki dua tugas penting.

Pertama merumuskan rancangan Peraturan Pemerintah (PP) yang mengatur hubungan kerja antara BP Batam dan Pemko Batam, sebagaimana bunyi pasal 21 Undang-undang Nomor 53 Tahun 1999.

Ini juga untuk menindaklanjuti surat gubernur tertanggal April lalu kepada Presiden RI Joko Widodo, terkait percepatan transformasi FTZ menjadi KEK.

Terutama berkaitan dengan dualisme yang terjadi di Batam. Antara Pemko Batam dan BP Batam.

Sebenarnya, draft rancangan PP itu sudah ada, bahkan ketika Soerya menjabat Ketua DPRD Kota Batam kala itu 2001-2005, rancangan PP ini kerap kali dibahas.

DPRD saat itu ikut menyusun rancangan PP tersebut. Sekarang semua dokumen terkait hal itu dikumpulkan lagi, kemudian difinalisasikan.

"Dokumen-dokumennya ada. Ini kajian sudah lebih dari 15 tahun," kata Soerya menunjukkan dokumentasi tulisan tangannya terkait draft rancangan PP yang mengatur hubungan kerja antara Pemko Batam dan Otorita Batam kala itu.

Baca: Ribuan e-KTP Ditemukan Tercecer di Bogor. Pejabat di Kemendagri Ini Kena Mutasi

Baca: Inilah Pria yang Bercanda Soal Bom di Pesawat di Pontianak. Ini Ancam Hukuman Terhadapnya

Halaman
123
Penulis: Dewi Haryati
Editor: nandarson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help