1 Juni Hari Lahir Pancasila - Di Bawah Pohon Sukun di Ende, Buah Pemikiran Pancasila Itu Lahir

Lima prinsip dipaparkan Sukarno beserta relevansinya bagi bangsa Indonesia. Kelima butir itulah yang disebut Sukarno sebagai Pancasila

1 Juni Hari Lahir Pancasila - Di Bawah Pohon Sukun di Ende, Buah Pemikiran Pancasila Itu Lahir
KOMPAS
Pohon Sukun dan Patung Soekarno di Ende 

TRIBUNBATAM.id - Pada 1 Juni 1945, Bung Karno menyampaikan pidato dalam rapat besar Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).

Di dalam rapat itu Bung Karno secara berapi-api menyadarkan peserta rapat tentang perlunya Indonesia memiliki dasar negara yang menjadi pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara.

Lima prinsip dipaparkan Sukarno beserta relevansinya bagi bangsa Indonesia. Kelima butir itulah yang disebut Sukarno sebagai Pancasila.

Baca: 1 Juni Hari Lahir Pancasila. Hari Libur Nasional Dimulai Sejak Era Presiden Jokowi

Baca: Jadwal Buka Puasa di Batam dan Sekitarnya Rabu, 30 Mei 2018 Pukul 18.10 WIB

Baca: Bulan Ini, Warga Tanjungpinang Beruntung Dapat Motor Undian PFF Paint

Ini pula yang mendasari penetapan 1 Juni sebagai hari lahirnya Pancasila.

Proses perenungan Bung Karno

Buah pemikiran Sukarno akan Pancasila tidak muncul secara tiba-tiba. Pancasila hadir sebagai hasil dari proses perenungan diri Bung Karno selama empat tahun diasingkan ke Ende, Nusa Tenggara Timur.

Pada 14 Januari 1934, Bung Karno bersama sang istri, Inggit Garnasih serta ibu mertua (Ibu Amsi) dan anak angkatnya, Ratna Djuami, tiba di rumah tahanan yang terletak di Kampung Ambugaga, Ende.

Patung Garuda Pancasila
Patung Garuda Pancasila (KOMPAS.com)

Baca: OJK Paparkan Stabilitas Keuangan Kepri dan Jumlah Investor Lokal yang Kian Bertambah

Baca: Warga Ingin Pemerintah Segera Memperbaiki. Jalan di Sagulung Ini Sudah Rusak. Rawan Kecelakaan

Baca: Bollywood akan Angkat Kisah Sukses Mahathir Mohamad Raih Kursi PM Malaysia ke Layar Lebar

Kehidupan Sukarno dan keluarga di Ende serba sederhana dan jauh dari hiruk-pikuk politik seperti di kota besar.

Dibuangnya Sukarno ke daerah terpencil dengan penduduk berpendidikan rendah memang sengaja dilakukan Belanda untuk memutus hubungan Sukarno dengan para loyalisnya.

Dikutip dari buku "Bung Karno dan Pancasila, Ilham dari Flores untuk Nusantara", Sukarno jadi lebih banyak berpikir daripada sebelumnya.

Halaman
123
Editor: nandrson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved