Pilot dan Pegawai Garuda Indonesia akan Mogok Total, YLKI Minta Jangan Korbankan Konsumen

Tulus menegaskan bahwa YLKI menghargai rencana mogok itu, asalkan tak berimbas pada aspek pelayanan.

Pilot dan Pegawai Garuda Indonesia akan Mogok Total, YLKI Minta Jangan Korbankan Konsumen
AIRLINERS.NET
Pesawat Garuda Indonesia 

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia ( YLKI) menolak rencana mogok serikat pekerja dan pilot maskapai Garuda Indonesia di masa puncak mudik Lebaran.

Menurut Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi, hal itu berdampak sangat besar bagi pelayanan ke konsumen.

"Bernegosiasilah secara intensif dengan pihak managemen GA dan pemerintah secara elegan, tanpa mengorbankan hak-hak konsumen," ujar Tulus melalui keterangan tertulis, Jumat (1/6/2018).

Tulus menegaskan bahwa YLKI menghargai rencana mogok itu, asalkan tak berimbas pada aspek pelayanan.

Sebagaimana dijamin dalam UU Perlindungan Konsumen, dan juga UU tentang Penerbangan bahwa konsumen berhak mendapatkan kenyamanan, keamanan dan keselamatan saat meggunakan jasa penerbangan.

Baca: RESMI! Garuda Indonesia Non-aktifkan Pilot yang Posting Komentar Soal Serangan Bom Surabaya

Baca: Mengenaskan! Begini Nasib Pilot Garuda dan Kepala Sekolah setelah Postingannya Viral di Facebook!

YLKI memandang rencana mogok total Serikat Pekerja Garuda Indonesia (Sekarga) dan pilot Garuda pada akhirnya adalah bentuk nyata pelanggaran hak-hak konsumen.

Dengan aksi mogok tersebut, Garuda Indonesia bisa-bisa ditinggalkan konsumennya.

"Hal tersebut bisa menimbulkan sikap antipati konsumen kepada SEKARGA dan APG, bahkan kepada keseluruhan image GA sebagai perusahaan penerbangan," kata Tulus.

Oleh karena itu, YLKI meminta manajemen Garuda Indonesia secara sistemik memperbaiki pelayanan sehingga tidak terdengar lagi keluhan-keluhan konsumen atas services GA.

Harus diakui, kata Tulus, belakangan ini banyak muncul keluhan konsumen GA, baik pada cabin services serta aspek On Time Perfomance-nya.

Halaman
12
Editor: Sri Murni
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help