Mulai 9 Juni Pemegang Paspor Indonesia Dilarang Masuk Israel, Ini 5 Fakta yang Harus Diketahui

Israel melarang seluruh pemegang paspor Indonesia berkunjung ke negara tersebut mulai 9 Juni mendatang, meskipun telah memiliki visa.

Mulai 9 Juni Pemegang Paspor Indonesia Dilarang Masuk Israel, Ini 5 Fakta yang Harus Diketahui
AP
Pasukan berkuda Israel membubarkan paksa para demonstran Palestina di Yerusalem timur, Sabtu (9/12/2017). 

Pemerintah Indonesia menegaskan "sudah mengetahui" keputusan Israel itu, meski belum mau berkomentar banyak.

"Kita juga harus memaklumi bahwa setiap negara memiliki kebijakan terkait pemberian fasilitas visa; memberikan atau tidak memberikan. Itu saja. Tidak lebih dari itu," tulis Wakil Menteri Luar Negeri Indonesia, A.M Fachir, lewat pesan singkatnya, Kamis, (31/05).

Yerusalem adalah kota suci bagi tiga agama: Islam, Kristen, dan Yahudi. Foto: AFP

Sementara itu, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, menyayangkan langkah yang diambil Israel.

"Karena Yerusalem kota suci beberapa agama... Larangan itu mestinya tidak terkena pada kota-kota suci yang menjadi milik warga dunia. Karena setiap penduduk dunia mestinya punya hak yang sama untuk mengunjungi tempat-tempat suci.

"Sementara banyak umat beragama dari Indonesia yang juga ingin ke Baitul Maqdis," tegas Lukman.

4. Dampak bagi tur ziarah Nasrani, Palestina dan Muslim

Setiap tahunnya, ada puluhan ribu warga Indonesia yang berkunjung untuk berwisata ziarah agama, baik Kristen, Katolik, maupun Islam, ke Israel.

Umat Kristen Ortodok di Yerusalem. Foto: AFP

Cecilia Ariesta Patty, lewat Agindo Tours-nya bahkan bisa menyelenggarakan delapan sampai 12 tur ke Israel setiap tahunnya.

Dalam sekali tur, dia bisa membawa lima sampai ratusan orang.

"Kita sedih ya, karena dampaknya untuk bisnis langsung terasa buat kita. Baik Nasrani maupun yang Muslim banyak yang ingin ke sana," ceritanya.

Setelah keputusan Israel yang melarang kunjungan turis Indonesia beredar luas, Cecilia pun kelimpungan menjawab pertanyaan para peserta turnya yang telah mendaftar.

"Kita ada yang berangkat ke Israel, untuk tur Nasrani, 21 Juni nanti. Sudah dapat visa. Mereka bingung, banyak pertanyaan. Kemarin kerjaan saya hanya menjawab WhatsApp. Ini kita masih komunikasi terus dengan pihak (agen) yang di Israel. Kita berharap, larangan ini cuma sementara."

Paket tur ziarah ke Israel yang diadakannya, terdiri dari tur untuk umat Nasrani dan tur untuk umat Islam.

Biayanya mencapai  2.000 sampai 3.000 dolar AS (Rp28 juta sampai Rp42 juta) untuk perjalanan selama sekitar 10 hari.

Donald Trump saat breada di Tembok Ratapan, Yerusalem.

Tur ziarah umat Kristen dan Katolik berfokus di Kota Yerusalem dan Tiberias, kemudian dilanjutkan ke Jericho di Palestina.

Sementara tur ziarah umat Islam berfokus pada kunjungan ke Masjid Al-Aqsa di Yerusalem, lalu ke makam Nabi Ibrahim di Kota Hebron, Palestina dan ke Kota Jericho yang juga berada di Palestina.

"Ini sebenarnya kerugiannya dari segi wisata, tidak hanya bagi Israel. Palestina juga. Karena ke sana, kita tidak hanya mengunjungi Israel, tetapi juga Palestina. Ke Palestina tetap pakai visa Israel karena masuknya dari perbatasan Israel."

Cecilia berharap agar pemerintah Indonesia memperlunak kebijakan berkunjung bagi warga Israel, dengan harapan Israel juga kembali mengizinkan warga Indonesia masuk ke negara di Timur Tengah itu.

"Indonesia kan negara (dengan umat) Muslim terbesar di dunia. Umat Muslim banyak rindu berziarah ke Yerusalem, ke Masjid Al Aqsa, itu kan timbal balik.

"Apalagi Indonesia ingin jadi penengah konflik Palestina Israel. Kalau saling larang begini kan komunikasi terputus. Bagaimana kita mau jadi penengah? Ini akan merugikan Palestina (juga). Karena turis Muslim Indonesia yang ke sana ingin mengunjungi Palestina," tegas Cecilia.

5. Warga dan netizen kecewa

Kekecewaan atas keputusan Israel tersebut, banyak didengungkan di media sosial.

Beberapa netizen, menyesalkan keputusan pemerintah Indonesia, yang menyulut aksi balasan dari Israel.

Hak atas fotoTWITTER

Sementara, ada pula pengguna media sosial yang curhat harus membatalkan mimpinya untuk berwisata rohani ke Israel.

Hak atas fotoTWITTER

Misalnya Fausta Advent, seorang karyawati asal Surakarta. Dia telah bercita-cita untuk berwisata rohani umat Nasrani ke Israel.

"Kirain itu hoaks. Biasa lah di Instagram biasanya beritanya harus dicek lagi. Ternyata setelah browsing lagi, ternyata benar. Kaget gak percaya aja sih," cerita Advent lewat sambungan telepon.

Advent untuk sementara harus meredam mimpi untuk membawa ibunya berwisata rohani ke Israel. Foto: Instagram

Advent bercerita, salah satu target hidupnya adalah membawa ibunya berkunjung, berziarah ke Israel.

"Karena memang itu salah satu keinginan beliau. Aku sudah rencana pergi tahun ini. Sudah banding-bandingkan harga tur. Kalau sekarang kita dilarang, ya gimana. Ada harapan suatu saat dibuka lagi, tapi kayaknya mungkin nggak bisa tahun ini."

Perempuan ini berharap agar Israel kembali mengizinkan warga Indonesia berkunjung ke negara itu.

"Harusnya untuk urusan agama boleh ya. Karena kalau memang tempat tertentu berkaitan politik atau perang, boleh-boleh saja kita dilarang ke sana. Tapi kalau ke tempat-tempat agama, itu kan sifatnya universal ya. Kalau dilarang ya tak adil saja menurut aku," pungkasnya. (bbc indonesia)

Editor: Sri Murni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help