Berita Batam

Kasus Perompakan Kapal Tanker MT Lee Bo, Lanal Batam: Pelaku Pemain Lama, Ada Pemodalnya!

Ketiga pelaku perompakan kapal tanker MT Lee Bo yang ditangkap di Batam, menurut Lanal Batam merupakan pihak yang mengotaki kejahatan laut ini!

Kasus Perompakan Kapal Tanker MT Lee Bo, Lanal Batam: Pelaku Pemain Lama, Ada Pemodalnya!
TRIBUNBATAM/EKO SETIAWAN
Danlanal Batam Kolonel Laut Iwan Setiawan 

TRIBUNBATAM.id, BATAM-Tiga orang yang diamankan tim gabungan WFQR Lantamal Tanjungpinang dan Lanal Batam diduga mengotaki perompakan kapal tanker MT Lee Bo di perairan barat Pulau Aur, Malaysia, Jumat (1/6/2018).

Ketiganya, yakni A, F, dan DN disebut sudah menjadi target dan termasuk jaringan internasional perampokan. Ketiganya disebut merencanakan dan mengeksekusi perompakan itu. Sehingga perompakannya ada sindikat yang mendanainya.

"Karena setelah minyak dipindahkan ke Kapal MT Bright yang sudah stanby di OPL Timur, minyak hasil curian ini nanti bisa menjadi legal," kata Kolonel Iwan Setiawan, Danlanal Batam saat ekspos kasus di Markas Lanal Batam, Minggu (3/6/2018).

Baca: Kisah Pesepakbola Sergei Litvinov! Pernah Jual Jus hingga Ditolong Jupe, Berkah Kini Mendatanginya!

Baca: Terungkap! Terancam Kapal Selam TNI, Jakarta Nyaris Dibom Australia! Tahun 1999 Hampir Perang!

Baca: Mengejutkan! Inilah 5 Buah Penghilang Karang Gigi Sekaligus Pemutih Gigi! Mentimun Paling Dahsyat!

Iwan menambahkan, beberapa hari sebelum kejadian pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM). Hasil sadapan telepon seluler dan pengecekan lokasi, otak pelaku perompakan Kapal MT Lee Bo berada di Batam.

"Jadi tim Intelijen dari Lantamal IV Tanjungpinang dan Lanal Batam, mendeteksi keberadaan para pelaku. Memang kita tidak bisa mengambil mereka kemarin itu karena dasar hukum belum kuat. Kita menunggu waktu yang tepat," jelas Iwan.

Ketika mereka mengatur dan melaksanakan perompakan, APMM Malaysia berhasil menangkap 14 orang kemudian langsung koordinasi dengan Lantamal IV dan Lanal Batam, dan langsung melakukan penangkapan

"Termasuk surat dari APMM Malaysia kepada Panglimako Armada untuk melakukan penangkapan. Jadi sudah ada dasar hukumnya, kita langsung gerak," terang Iwan.

Saat perompakan dilakukan sudah terhadap Kapal MT Lee Bo, lanjut Iwan, sudah ada Kapal MT Bright berbendera Mongolia yang menunggu di OPL Timur, Selat Batu Putih.

"Kalau mereka berhasil menguasai, kapal bergeser ke OPL Timur dan minyak di sedot," ujarnya. Iwan menegaskan, ke depan pihaknya akan benar-benar berkonsultasi, khususnya menjaga keamanan di laut.

Apalagi menjelang Lebaran banyak terjadi tindak kekerasan di laut, seperti perompakan yang sifat ringan, berat, mengambil barang-barang termasuk kasus perompakan Kapal MT Lee Bo.

Ia juga menuturkan, sudah mendapatkan arahan langsung dari Pangko Armada termasuk Danlantamal IV Tanjungpinang, jika kasus seperti ini terjadi di Kota Batam, maka perintah tembak di tempat.

"Kami sudah mempunyai alat canggih untuk menyadap, termasuk lokasi real mereka ada dimana. Ini juga merupakan himbauan dan peringatan bagi para pelaku yang ada di Batam," tegas Iwan.

Iwan menambahkan, para yang berhasil diamankan di Kota Batam merupakan pelaku baru. Namun mereka termasuk pemain lama yang sudah pernah terlibat dalam perompakan. Termasuk juga tindak kekerasan di laut mereka sudah berpengalaman.

"Kita sudah komitmen untuk mengejar DPO William yang merupakan pemodal dan perencana perompakan ini. Kita sudah berkoordinasi dengan Pangko Armada Satu dan Mabes untuk kita kejar," katanya. (*)

Penulis: Efendi Wardoyo
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help