Aku Ingin Lihat Dia Kenakan Gaun Pengantin Putih, Bukan Dibungkus Kain Kafan

"Dia berkonsentrasi pada pekerjaannya di lapangan sebagai tenaga medis sukarela, yang mencerminkan kekuatan dan tekadnya

Aku Ingin Lihat Dia Kenakan Gaun Pengantin Putih, Bukan Dibungkus Kain Kafan
kolase tribun jabar
Razan Najjar 

TRIBUNBATAM.ID - Tangis Sabreen Al-Najjar tak terbendung mengingat kepergian putrinya, Razan Najjar, untuk selamanya.

Setelah agak tenang, Sabreen al-Najjar menceritakan kembali kenangan saat terakhir kali dia melihat putrinya hidup.

"Dia (Razan Najjar) berdiri dan tersenyum kepada saya, mengatakan dia menuju ke protes," kata wanita berusia 43 tahun itu kepada Al Jazeera dari rumahnya di Khuza'a, Jalur Gaza selatan.

Putri Sabreen, Razan yang berusia 21 tahun, telah menjadi sukarelawan dalam konflik di jalur Gaza

"Dalam sekejap mata dia keluar dari pintu. Saya berlari ke balkon untuk mengawasinya di luar tetapi dia sudah berjalan ke ujung jalan," kata Sabreen.

Baca: Kecupan Olla Ramlan Sebelum sang Ayahanda Meninggal Dunia

Baca: Mengenal Hantu Putih Kopassus! Taktiknya Bikin Pemberontak Kongo Langsung Nyerah

Baca: Rosmah Mansor, Istri Najib Razak, Diperiksa KPK Malaysia, Selasa, Terkait Korupsi 1MDB

"Dia terbang seperti burung di depanku," ujarnya lagi sambil tak henti menahan tangis.

Ketika Sabreen berbicara lagi, kata-katanya memunculkan ratapan dari para wanita di sekitarnya.

"Kuharap aku bisa melihatnya mengenakan gaun pengantin putih, bukan dibungkus kain kafan," ucapnya lirih.

Sabreen mengungkapkan bagaimana Razan Najjar bangga akan pekerjaannya sebagai perawat.

"Dia tidak pernah peduli tentang apa yang dikatakan orang," kata Sabreen.

Halaman
12
Editor: dwie sudarlan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help