Operasi Tangkap Tangan KPK

OTT KPK Terhadap Bupati di Purbalingga Diduga Terkait Suap Dua Proyek

Menurut dia, OTT KPK diduga terkait dengan dugaan penyelewengan dalam proses pengadaan sejumlah proyek di Purbalingga.

OTT KPK Terhadap Bupati di Purbalingga Diduga Terkait Suap Dua Proyek
Kompas.com
Mobil Toyota Avanza milik Kepala BLP Purbalingga yang disegel KPK setelah OTT, Senin (4/6/2018) 

TRIBUNBATAM.id, PURBALINGGA - Komisi Pemberantasan Korupsi melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap bupati dan sejumlah pejabat di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, Senin (4/6/2018).

Dalam penangkapan itu, KPK melakukan penangkapan terhadap enam orang di dua tempat, Purbalingga dan Jakarta.

Mereka langsung dibawa tim KPK ke Jakarta pada Senin malam untuk menjalani pemeriksaan.

Wakil Ketua DPRD Purbalingga Adi Yuwono membenarkan penanglapan tersebut.

Menurut dia, OTT KPK diduga terkait dengan dugaan penyelewengan dalam proses pengadaan sejumlah proyek di Purbalingga.

"Ada dua proyek yang kami rasa janggal, terutama di proses lelang. Pembangunan gedung baru untuk DPRD dan Islamic Center. Dua proyek besar tapi tidak transparan dalam proses lelang," katanya.

Baca: Tangkap Bupati dan 5 Orang di Purbalingga dan Jakarta, KPK Juga Sita Sejumlah Uang

Baca: Terjadi Aksi Kejar-kejaran antara Petugas KPK dengan Seorang Pejabat di Purbalingga

Baca: Undang Media Silaturahmi, Tutut Soeharto Malu Difoto, Tapi Senang Diajak Selfie

Adi merinci, gedung baru DPRD Purbalingga merupakan proyek yang menyedot anggaran Rp 30 miliar.

Sementara Islamic Center sendiri diplot dengan anggaran Rp 77 miliar.

"Proyek Islamic Center dibagi tiga tahap, untuk pembebasan lahan sebesar Rp 18 miliar pada tahun 2016, saat ini sudah masuk tahap pengurukan," ujarnya.

Adi mengungkapkan, saat ini pihak DPRD Purbalingga tengah mempersiapkan rapat internal terkait OTT tersebut.

Halaman
12
Editor: Alfian Zainal
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help