Pilot Garuda Indonesia Tetap akan Mogok Kerja 19 Juni Jika Tuntutan Mereka tak Dikabulan

Mogok kerja tetap akan dilakukan pada 19 Juni nanti apabila tuntutan mereka tidak ditanggapi positif komisaris Garuda.

Pilot Garuda Indonesia Tetap akan Mogok Kerja 19 Juni Jika Tuntutan Mereka tak Dikabulan
AIRLINERS.NET
Pesawat Garuda Indonesia 

Dan akhirnya, awal Mei lalu, APG dan Sekarga menggelar jumpa pers yang isinya mengancam melakukan aksi mogok kerja apabila tuntutan mereka.

Tuntutan itu antara lain berisi pergantian direksi Garuda diganti, tapi tidak diwujudkan.

"Kita menunggu 30 hari kerja (dengan tenggang waktu 19 Juni) untuk mendapat tanggapan dari pemerintah dan atau pemegang saham," ungkap Bintang.

Bintang Handono dan rekan-rekannya menganggap keberadaan direksi baru sebagai penyebab apa yang mereka sebut sebagai 'mismanajemen' dalam tubuh maskapai BUMN itu.

Mereka berharap tuntutan tersebut disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham, RUPS, pada April 2017, yang kemudian memutuskan pencopotan Arif Wibowo dan menunjuk Pahala Mansury sebagai Dirut Garuda Indonesia yang baru.

"Akan tetapi ternyata posisi-posisi (direksi lainnya) masih orang lama yang sebenarnya kita sudah kurang percaya," kata Bintang.

Selain itu dia juga mempertanyakan penghapusan posisi direktur operasi dan teknik.

"Tidak ada direktur operasi dan direktur teknik berarti tidak ada penanggung jawab dalam audit Airport Operating Certificate (AOC)."

Sejak tahun lalu, perwakilan pilot dan serikat pekerja Garuda mengaku telah mengajukan tuntutan perbaikan manajemen namun, menurut mereka, tidak didengar pimpinan.

Belakangan perusahaan mengangkat direktur operasi dan direktur teknik namun tidak dilakukan melalui mekanisme RUPS, seperti yang diharapkan para karyawan.

Halaman
1234
Editor: Sri Murni
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved