Pilot Garuda Indonesia Tetap akan Mogok Kerja 19 Juni Jika Tuntutan Mereka tak Dikabulan

Mogok kerja tetap akan dilakukan pada 19 Juni nanti apabila tuntutan mereka tidak ditanggapi positif komisaris Garuda.

Pilot Garuda Indonesia Tetap akan Mogok Kerja 19 Juni Jika Tuntutan Mereka tak Dikabulan
AIRLINERS.NET
Pesawat Garuda Indonesia 

"Dapat kami pastikan komitmen akan ruang diskusi tersebut tetap kami kedepankan hingga saat ini, khususnya dalam menyelaraskan aspirasi APG dan Sekarga dengan upaya peningkatan kinerja operasional perusahaan," jelasnya dalam keterangan tertulis, Minggu (3/6/2018).

‎Menteri Perhubungan akan turun tangan

Sementara, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan pihaknya akan berusaha mempertemukan APG, Sekarga, dan pimpinan Garuda serta Menteri BUMN untuk menyelesaikan persoalan internal Garuda.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (KOMPAS.COM)

"Yang jelas, saya akan tampung aspirasi mereka, lalu mengkomunikasikan masalah ini dengan pihak yang terkait," kata Budi Karya kepada wartawan, Senin (04/06).

Semula Budi Karya mengaku akan bertemu perwakilan pilot Garuda Indonesia pada Senin (4/6/2018), namun tidak terlaksana karena dia harus menghadiri rapat kerja dengan DPR untuk membahas persiapan mudik.

Budi mengharapkan pertemuan dapat pula melibatkan Menteri Badan Usaha Milik Negara, Rini Soemarno.

Sementara itu, pengamat penerbangan Gerry Soejatman mengingatkan agar aksi mogok tidak sampai menganggu fungsi pelayanan yang menjadi fungsi dan tugas maskapai penerbangan milik BUMN itu.

"Pemogokan apapun akan ada efek terhadap pelayanan konsumen," kata Gerry Soejatman kepada BBC Indonesia.

Gerry juga meminta ancaman pemogokan pilot dan karyawan Garuda tidak digelar secara tiba-tiba namun diumumkan lebih dulu.

"Mereka juga harus menjelaskan kira-kira berapa persen yang akan mogok. Enggak mungkin semuanya. Kalau semuanya itu sama saja dengan menghancurkan perusahaan. Karena ini kan perusahaan pelayanan, bukan produksi."

Mogok pilihan terakhir

Adapun Presiden Asosiasi Pilor Garuda (APG), Kapten Bintang Handono menegaskan, bahwa aksi mogok merupakan pilihan terakhir.

"Kita berharap jangan sampai ada pemogokan. Itu pilihan terakhir. Kalau bisa diselesaikan dengan baik, kenapa tidak. Tujuan kami baik kok," tegasnya.

Tahun lalu, Garuda Indonesia menetapkan susunan direksi baru yang diharapkan dapat menggenjot kembali harga saham maskapai penerbangan tersebut.

Pergantian direksi ditempuh keuntungan Garuda turun hingga 89 persen dua tahun lalu, yang menurut para pengamat disebabkan persaingan yang semakin ketat dan sentimen negatif akibat kasus korupsi yang menimpa pimpinan Garuda saat itu. (bbc indonesia)

Editor: Sri Murni
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved