Soal Barang Kedaluwarsa, Usman: Pedagang di Anambas Malah Senang Tim Turun! Ini Alasannya!

Kabar pengecekkan barang kedaluwarsa disambut gembira banyak pedagang di Anambas. Ini alasannya!

Soal Barang Kedaluwarsa, Usman: Pedagang di Anambas Malah Senang Tim Turun! Ini Alasannya!
Ist
Ilustrasi anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Anambas, Jasril Jamal saat berkoordinasi dengan Disperindag Provinsi Kepri. Pembentukan tim terpadu untuk melakukan pengawasan produk kedaluwarsa, bakal dibentuk dalam waktu dekat. 

TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS-Pengecekan barang kadaluwarsa di Anambas belakangan menyisakan cerita tersendiri bagi Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) Kabupaten Kepulauan Anambas.

Usman, Kepala DKUMPP mengatakan, banyak pedagang yang senang dengan turunnya tim yang diketahui rutin ke sejumlah pedagang di Anambas itu. Sejumlah pedagang itu mengau senang karena merasa terbantu barangnya dicek oleh tim yang melibatkan instansi vertikal seperti kepolisian itu.

Baca: Terungkap! Inilah Alasan Kenapa Hantu Putih Kopassus Bikin Ribuan Pemberontak Menyerah!

Baca: BREAKINGNEWS: Mau Tahu THR Ketua DPRD Kepri dan Anggotanya? Ini Besarannya!

Baca: Mengejutkan! Inilah 5 Buah Penghilang Karang Gigi Sekaligus Pemutih Gigi! Mentimun Paling Dahsyat!

"Beberapa pedagang bahkan senang tim turun. Barangnya dibantu dicek," ujarnya saat ditemui di aula kantor Bupati Selasa (5/6/2018). Ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM) pun,

diakuinya menjadi salahsatu kendala dalam melaksanakan pengawasan terhadap sejumlah barang kadaluwarsa ini. ‎Ia pun juga mengakui, belum adanya regulasi yang mengikat menjadi kendala lain yang dihadapi dalam menertibkan barang kadaluwarsa di pasaran ini.

"Contohnya saat tim turun‎, barang itu belum sampai masa waktunya. Kami pun juga terus mengimbau kepada pedagang untuk rutin dalam memeriksa dan mengecek barang sebelum dijual kepada konsumen," ungkapnya.

Kekhawatiran akan sejumlah produk kedaluwarsa ini pun, juga begitu dikhawatirkan Bupati Anambas, Abdul Haris. Usulan untuk mengaitkan barang kadaluwarsa ini dengan Undang-Undang pelayanan konsumen, menurutnya bisa menjadi pilihan untuk mengatasi persoalan ini.

"Mungkin bisa seperti itu. Jadi dikonsep surat yang memuat Undang-Undang tentang konsumen. Sehingga, para pelaku usaha harus juga agresif untuk memantau barang dagangan dan jualannya. Kalau ada unsur pembiaran, itu kan ada pidananya," ungkapnya.

Ia mengatakan, animo masyarakat untuk berbelanja dan membeli sejumlah bahan kebutuhan pokok, dikhawatirkan kurang begitu memperhatikan masa berlaku barang yang dibeli oleh masyarakat.

Haris juga meminta agar pengawasan terhadap sejumlah barang dapat terus dilakukan. "Khawatirnya warga main beli saja saking antusiasnya," ujarnya.

Kapolres Anambas, AKBP Junoto pun menilai penting perlunya memuat Undang-Undan Perlindungan Konsumen menyikapi masih ditemukannya barang kadaluwarsa pada sejumlah toko.

Ancaman pidana pun, menurutnya bisa dikenakan kepada oknum pedagang yang membandel dengan masih menjual barang kadaluwarsa ‎itu kepada konsumen. "Bisa kena perlindungan konsumen. Dan itu tida terjadi di Tarempa saja. Palmatak dan Jemaja saya yakin juga banyak," ujarnya.

Junoto pun juga meminta kepada DKUMPP dan Satreskrim untuk mengecek sejumlah gudang distributor ‎untuk mengecek barang kadaluwarsa agar bisa menjadi prioritas. "Tolong cek ke gudang-gudang distributor. Tahun kemarin sudah persuasif," ungkapnya.(*)

Penulis: Septyan Mulia Rohman
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help