Warga Kepri Dinilai Jarang Lapor ke KPK, Pejabat KPK Berikan Nomor Teleponnya!

Selain soal pelayanan terpadu satu pintu di Kepri, petinggi KPK ini juga mengingatkan soal proyek strategi Pemprov Kepri!

Warga Kepri Dinilai Jarang Lapor ke KPK, Pejabat KPK Berikan Nomor Teleponnya!
TWITTER/KPK
Logo KPK di Gedung KPK 

TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG-Koordinator Wilayah II Sumatera Korsup Pencegahan KPK, Adlinsyah M Nasution kembali datang ke Kepri, Selasa (5/6/2018).

Dia bertemu dengan Gubernur Kepri H Nurdin Basirun dan seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemprov Kepri.

Dalam rapat tersebut, dia mengingatkan kembali beberapa hal penting yang perlu diperhatikan Gubernur Kepri dan kepala OPD.

Baca: BREAKINGNEWS: Mau Tahu THR Ketua DPRD Kepri dan Anggotanya? Ini Besarannya!

Baca: Gurindam 12, Proyek Gagasan Gubernur Nurdin Basirun Belum Juga Dikerjakan! Ada Apa?

Baca: Terungkap! Inilah Alasan Kenapa Hantu Putih Kopassus Bikin Ribuan Pemberontak Menyerah!

Baca: Akhirnya Ketahuan! Banyak Dikonsumsi Saat Bulan Puasa, Inilah 5 Manfaat Timun Suri Sebenarnya!

"Saya mengingatkan mereka lagi soal e-planning, e-budgeting, perizinan terpadu dan proyek strategis," kata Adlinsyah kepada awak media usai rapat tersebut, Selasa (5/6/2018) siang.

Adlinsyah mengatakan akan meninjau kembali pelayanan satu pintu di Pemprov Kepri. Dia mengaku pada kedatangannya kali pertama,

dirinya sempat meninjau pelayanan satu pintu tersebut. Dia sempat marah ketika melihat pelayanan satu pintu belum transparan.

"Saya mau meninjau lagi. Kalau masih tidak benar, saya marah lagi. Soal perizinan itu harus diurus dengan benar. Kalau tidak, harus dipaksa," tegas Adlinsyah.

Koordinator Wilayah II Sumatera Korsup Pencegahan KPK kemudian meminta semua pihak termasuk awak media untuk memberikan laporan kepada KPK.

Dia bahkan mengaku selama ini jarang menerima laporan dari masyarakat dan awak media Kepri terkait ketidakberesan dalam pengelolaan pemerintahan.

"Nomor saya ada tak? 0813 8069 6633," ungkap Adlinsyah. (*)

Penulis: Thom Limahekin
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help