Keluarga Korban Pembunuhan Mengamuk di PN: Kamu Tak Pernah Rasakan Bapak Kamu Dibunuh

Teriakan dan cacian dilontarkan keluarga korban kepada empat terdakwa, usai menjalani sidang pembacaan nota pembelaan di persidangan

Keluarga Korban Pembunuhan Mengamuk di PN: Kamu Tak Pernah Rasakan Bapak Kamu Dibunuh
TRIBUN BALI/PUTU CANDRA
Sidang pembunuhan pensiunan Polri, Aiptu I Made Suanda dengan agenda pembacaan nota pembelaan berlangsung ricuh, Selasa (5/6/2018) di Pengadilan Negeri Denpasar. 

TRIBUNBATAM.id, DENPASAR - Suasana Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Selasa (5/6,) mendadak riuh dan ricuh.

Pasalnya, sejumlah keluarga korban pembunuhan Aiptu (Purn) I Made Suanda melakukan pengeroyokan terhadap empat terdakwa.

Teriakan dan cacian dilontarkan para keluarga korban kepada empat terdakwa, usai menjalani sidang pembacaan nota pembelaan di persidangan.

Baca: Kepala Kantor Pelabuhan Minta Pemudik Tak Paksakan Diri Jika Belum Dapat Tiket

Baca: Beredar Kabar AS Bayar Pengeluaran Korut Selama di Singapura, Ini Jawaban Kemenlu AS

Baca: Hari Ini Kelahiran Soekarno, Ternyata Dialah yang Memberi Nama Ida Ayu pada Ibu Kandungnya

Mereka tampak emosi, dan tidak terima dengan tuntutan yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk keempat terdakwa pada sidang beberapa pekan lalu.

Keempat terdakwa adalah I Gede Ngurah Astika, Dewa Putu Alit Sudiasa alias Alit, Putu Veri Permadi alias Veri, dan Dewa Made Budianto alias Tonges.

Pantaun Tribun Bali, tanda-tanda kemarahan keluarga korban sudah terlihat sejak sidang belum mulai.

Saat sidang digelar, keluarga korban masuk ke ruang sidang dan mengikuti jalannya sidang. Usai sidang, keempat terdakwa pun keluar dari pintu samping ruang sidang, dikawal beberapa petugas kepolisian dan pengawal tahanan dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar.

Baca: Miliki Keistimewaan Ini, Pemko Tanjungpinang Geber Pendapatan Pariwisata! Ini Target Sekda!

Baca: Wali Kota Batam Bersama Kapolda, dan Gubernur Kepri Tinjau Pelabuhan dan Bandara

Baca: Donald Trump dan Kim Jong-un Bertemu di Pulau Bajak Laut, Tempat Pembantaian Peran Dunia II

Diselimuti emosi, keluarga serta anak-anak korban pun mendekati, merangsek dan lalu mengeroyok para terdakwa.

Tampak kerabat korban memukul dan melempar sandal ke arah para terdakwa, yang dikawal ketat pihak kepolisian serta petugas pengawal tahanan.

Bahkan, akibat dikerubuti dan saling dorong, satu dari tiga terdakwa sempat terjatuh. Meskipun dijaga ketat pihak kepolisian, keluarga korban terus mengejar dan melampiaskan emosinya hingga keempat terdakwa sampai di depan ruang tahanan PN Denpasar.

Halaman
123
Editor: nandrson
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved