ANTARA FTZ ATAU KEK

Ketua DPRD Kepri Minta FTZ Tidak Lagi Diutak-atik. Ini Alasannya

Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak sudah menyampaikan aspirasi pelaku usaha kepada Presiden RI Joko Widodo

Ketua DPRD Kepri Minta FTZ Tidak Lagi Diutak-atik. Ini Alasannya
dok. TRIBUN
Ketua DPRD Provinsi Kepri Jumaga Nadeak 

TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG - Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak sudah menyampaikan aspirasi pelaku usaha kepada Presiden RI Joko Widodo.

Dia memastikan akan tetap menyalurkan aspirasi mereka dalam mempertahankan FTZ.

"Ternyata FTZ itu jangan disepelekan. Sebab, ada pengalaman pahit," kata Jumaga kepada TRIBUNBATAM.id, Selasa (5/6/2018) malam.

Baca: Ada Santunan untuk Anak Yatim di Acara Berbuka Bersama di DPRD Karimun

Baca: Sekda Bintan Sebut Honorer Akan dapat THR Tahun ini. Begini Cara Pemkab Bintan Mengatasinya

Baca: Kenalan di Facebook. Pria Ini Perdaya Seorang Bidan dan Memperkosanya. Modusnya Ajak Nikah

Jumaga menyebutkan, waktu kepala BP Batam dijabat Hartanto Reksodiputro, pertumbuhan ekonomi turun menjadi 1 persen.

Tetapi setelah jabatan itu diganti Lukita Dinarsyah Tuwo, pertumbuhan ekonomi naik menjadi 4 persen.

"Saya bukan membanggakan Lukita. Tetapi buat apa lagi diotak-atik lagi FTZ," kata Jumaga.

Jumaga sudah menyampaikan kepada Presiden terkait aspirasi para pelaku usaha di Batam.

Dia juga telah mengirimkan surat kepada Presiden sebagai penjelasan atas surat Gubernur Kepri yang meminta percepatan tranformasi FTZ ke KEK.

Baca: Pertemuan Donald Trump dan Kim Jong-un. Singapura Turunkan Pasukan Gurkha?

Baca: Sebelum Ditangkap KPK, Bupati Purbalingga Catat Predikat WTP dari BPK dan 20 Rekor Muri

Baca: Drama Raffi Ahmad vs Pesbuker Berakhir. Begini Kondisi Hubungan Mereka Usai Sindiran

"Saya sampaikan selaku Ketua DPRD Kepri dan Dewan Kawasan. Nanti itu akan dibahas itu lagi dalam Dewan Kawasan. Maksudnya pelaku-pelaku usaha ini dilibatkan dulu dalam pembahasan," jelas Jumaga.

Ketua DPRD Kepri itu mempertanyakan, mengapa formulasi untuk Batam tidak FTZ plus-plus.

Sebab, FTZ merupakan lokomotif pertumbuhan ekonomi di Batam dan Kepri.

"Mari kita pertahankan. Bagi saya bukan regulasinya yang bermasalah tetapi sumber daya manusianya yang bermasalah," kata Jumaga. (tom)

Penulis: Thom Limahekin
Editor: nandarson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help