Miliki Keistimewaan Ini, Pemko Tanjungpinang Geber Pendapatan Pariwisata! Ini Target Sekda!

Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang, Riono berharap pendapatan daerah dari sektor pariwisata lebih dioptimalkan

Miliki Keistimewaan Ini, Pemko Tanjungpinang Geber Pendapatan Pariwisata! Ini Target Sekda!
KOMPAS/KRIS RAZIANTO MADA
Becak motor melintas di Masjid Raya Sultan Riau atau dikenal sebagai Masjid Penyengat di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau 

TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG- Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang, Riono berharap pendapatan daerah dari sektor pariwisata lebih dioptimalkan.

Untuk itu, dia mengajak kepada semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan stakeholder untuk bersama mempromosikan kebudayaan melayu.

"Jika berhasil, itu akan menambah pendapatan daerah melalui sektor pariwisata," kata Riono optimis, Rabu (6/6/2018).

Baca: BREAKINGNEWS: Berapa THR Bupati, Wakil Bupati dan Ketua DPRD Bintan? Ini Besaran THR Mereka!

Baca: BREAKINGNEWS: Mau Tahu THR Ketua DPRD Kepri dan Anggotanya? Ini Besarannya!

Baca: Akhirnya Ketahuan! Inilah 5 Kota Besar di Dunia dengan Biaya Hidup Termahal!

Baca: Makin Langsing dan Anggun saat Hamil Besar, Kahiyang Ayu Buat Penasaran soal Lahiran!

Riono menambahkan, terdapat 10 bidang kebudayaan dengan berbagai etnis yang ada di Kota Tanjungpinang.

Namun sampai saat ini belum dilakukan kajian-kajian secara khusus. Utamanya ketersediaan sarana dan prasarana penunjang.

Seperti tempat parkir, toilet umum, sarana ibadah, pusat oleh-oleh dan lainnya.

"Kita harus melakukan itu untuk mempercepat pembangunan kebudayaan dan pariwisata," katanya.

Becak motor melintas di Masjid Raya Sultan Riau atau dikenal sebagai Masjid Penyengat di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau. Untuk berkeliling Pulau Penyengat, alternatif transportasi utama adalah becak motor
Becak motor melintas di Masjid Raya Sultan Riau atau dikenal sebagai Masjid Penyengat di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau. Untuk berkeliling Pulau Penyengat, alternatif transportasi utama adalah becak motor (KOMPAS/KRIS RAZIANTO MADA)

Riono mengambil contoh destinasi wisata baru seperti di pulau Basing yang memiliki pantai yang berpasir putih dan ada peninggalan sejarah disana.

Untuk dijadikan objek wisata tentu harus ditunjang dengan fasilitas umum.

"Pulau Basing memiliki nilai historis dan punya daya tarik wisatawan untuk berkunjung kesana. Hal ini bisa dikembangkan," katanya.

Memang menurutnya masih banyak yang harus dikelola bersama untuk kemajuan pariwisata di Kota Tanjungpinang.

Untuk itu dia mengimbau kerjasama antar OPD dan stakeholder yang terkait untuk lebih memperhatikan perkembangan pariwisata.

"Kerja sama antar OPD dan masyarakat harus terbangun dan bersinergi untuk memajukan sektor pariwisata di Kota Tanjungpinang," katanya.(*)

Penulis: M Ikhwan
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved