Bank Sentral Malaysia Diduga Terlibat Skandal Korupsi, Gubernurnya Pilih Mengundurkan Diri

Gubernur Bank Negara Malaysia, Muhammad Ibrahim, mengundurkan diri setelah ada tuduhan bank sentral tersebut terlibat skandal korupsi.

Bank Sentral Malaysia Diduga Terlibat Skandal Korupsi, Gubernurnya Pilih Mengundurkan Diri
FAZRY ISMAIL/EPA
Muhammad Ibrahim belum genap menjabat setengah dari masa jabatannya selama lima tahun. 

TRIBUNBATAM.id- Gubernur Bank Negara Malaysia, Muhammad Ibrahim, mengundurkan diri.

Itu dilakukan setelah muncul tuduhan bahwa bank sentral itu membantu pemerintahan sebelumnya untuk membayar sebagian utang badan investasi negara, 1MDB.

Kepastian itu disampaikan oleh Perdana Menteri Mahathir Mohamad yang mengatakan bahwa pengunduran diri Muhammad Ibrahim sudah disetujui kabinet.

"Ia tidak memberikan alasan konkret," kata PM Mahathir Mohamad kepada media, Rabu (6/6/2018).

Muhammad Ibrahim ditunjuk sebagai gubernur Bank Negara sejak Mei 2016 untuk masa jabatan lima tahun, di bawah pemerintahan Perdana Menteri Najib Razak.

Dengan demikian ia baru menjalani tugasnya kurang dari setengah masa jabatan.

Baca: Dua Skandal Puluhan Triliun Lagi Muncul di Malaysia. Proyek Pipa Gas China dan Penjualan Tanah

Baca: Keluarga Mendiang Model asal Belanda Ivana Smith yang Tewas di Malaysia Tawarkan Hadiah Rp700 Juta

Pengunduran diri ini terjadi kurang dari sebulan setelah koalisi oposisi Pakatan Harapan mencatat kemenangan bersejarah dalam pemilu Malaysia, menumbangkan koalisi Barisan Nasional yang tidak tergoyahkan selama lebih dari enam dekade sebelumnya.

Pembelian tanah dari pemerintah

Bank Negara dituduh membantu pemerintahan di bawah pimpinan Najib Razak untuk membantu membayar sebagian utang yang ditanggung 1MDB.

Badan investasi negara itu didirikan oleh Najib Razak pada 2009 dengan tujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

Halaman
12
Editor: Sri Murni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved