Universal Studio dan Hotel Capella Singapura Jadi Zona Steril Selama KTT Donald Trump-Kim Jong-un

Di Pulau Sentosa sendiri, ada zona khusus yang akan disterilkan untuk KTT yakni mencakup area Universal Studio dan Hotel Capella.

Universal Studio dan Hotel Capella Singapura Jadi Zona Steril Selama KTT Donald Trump-Kim Jong-un
Meteorite Ark
Universal Studio Singapura 

TRIBUNBATAM.id- Pulau Sentosa, bisa dikatakan sebagai destinasi utama wisatawan manca negara yang mengunjungi negeri Singapura.

Jelang konferensi tingkat tinggi (KTT) Presiden AS Donald Trum dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un pada pekan depan, Selasa (12/6/2018), pemerintah telah menetapkan hari pemeriksaan keamanan yang lebih ketat yakni mulai 10-14 Juni.

Dirilis dari ChannelNewsAsia, Kamis (7/6/2018), Pulau Sentosa akan beroperasi seperti biasa, namun pengecekan keamanan memang lebih ketat dari biasanya, khususnya dari Jalur Pelabuhan Harbour Front ke Pulau Sentosa.

Di Pulau Sentosa sendiri, ada zona khusus yang akan disterilkan untuk KTT yakni mencakup area Universal Studio dan Hotel Capella.

Namun, belum ada keterangan lebih lanjut apakah zona steril ini akan ditutup untuk wisatawan atau tidak.

Hotel Capella direncanakan sebagai tempat menginap Presiden Donald Trump dan tempat acara pertemuannya dengan Kim Jong-un.

Baca: Jelang KTT Trump-Kim di Singapura, Pebisnis dan Wisman Mulai Khawatir Apakah Sentosa Tetap Buka?

Baca: Donald Trump dan Kim Jong-un Bertemu di Pulau Bajak Laut, Tempat Pembantaian Perang Dunia II

Baca: Kemewahan Hotel Capella & Shangri-La yang Jadi Penginapan Donald Trump dan Kim Jong-un di Singapura

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan menegaskan bahwa negaranya tidak secara sukarela memilih sebagai tempat pertemuan Donald Trump dan Kim Jong-un pada 12 Juni ini.

Melainkan, negaranya dipilih atau ditunjuk sebagai tempat pertemuan keduanya. Orang AS-lah yang mendekati Singapura pertama untuk KTT ini.

"Tidak, kami tidak mengangkat tangan kami tetapi kami diminta. Dan dalam kasus ini, baik Korea Utara dan Amerika Serikat merasa bahwa kami adalah tempat yang tepat," kata Balakrishnan.

"Saya pikir orang Singapura bisa bangga ... bahwa kami dipilih karena mereka tahu kami netral, dapat diandalkan, dapat dipercaya, dan aman,"tambahnya.

Halaman
12
Penulis: Sri Murni
Editor: Sri Murni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved