Percakapan Hendri dan Rika Karina Sebelum Pembunuhan Itu Terjadi. Terkait Kosmetik

Hendri dihadiahi peluru karena mencoba melawan dan melarikan diri, saat personel kepolisian mengamankan tyersangka pembunuh Rika itu

Percakapan Hendri dan Rika Karina Sebelum Pembunuhan Itu Terjadi. Terkait Kosmetik
TRIBUN MEDAN
Hendri alias Ahen tersangka pembunuhan Rika Karina di Medan 

Dua hari kemudian sekitar sore hari pelaku menelpon Rika dengan berkata, ”Tolong diusahakan cepat”.

Lalu dijawab Rika, ”Macem mana lagi, overload, nanti ada waktu aku singgah ke rumah".

Pada Selasa (5/6/2018) sekitar pukul 22.10 WIB, korban datang seorang diri ke rumah Hendri dengan mengendarai sepeda motor Honda Scoopy warna putih dengan nomor polisi BK 5875 ABM.

Sampai di depan rumah Hendri, korban menelepon tersangka dengan berkata, ”Aku sudah sampai di depan rumah” 

Hendri berkata ” ya" kemudian ia membuka pintu.

Hendri keluar rumah dan menemui Rika dan berkata bahwa korban mau jelaskan.

Rika kemudian masuk ke ruang tamu rumah dan berkata, ”Barangnya overload”.

"Sudah lama sekali, kalau begitu aku minta minta balik duit aja," ucap Hendri saat berbincang dengan Rika di ruang tamu rumahnya.

“Mana bisa barang yang sudah dibeli itu tidak bisa digantikan uang, namun kalau merk lain bisa," ucap Rika kepada Hendri.

Konter kosmetik tempat almarhumah Rika bekerja, di Plaza Melenium, Jalan Kapten Muslim, Rabu (6/6/2018). (tribun medan/fadli)

Hendri tetap tidak mau diganti barang pesanannya dan ia meminta uangnya kembali.

Mendengar hal tersebut, Rika tetap bersikeras berkata tidak bisa.

Hendri merasa kesal dan langsung membenturkan kepala Rika ke belakang dengan tangan kanan.

Tidak hanya itu, pelaku melihat ada pisau di atas meja dan menikam korban hingga tewas.

Hendri kemudian mengepak Rika layaknya sebuah paket barang dan mengikatnya di bangku belakang sepeda motor milik Rika.

Kemudian Hendri keluar rumah dan membawa sepeda motor milik Rika yang mana jasadnya sudah diikat di atas tempat duduk sepeda motor.

Ia membawa mayat tersebut ke Jalan Karya Rakyat Gang Melati 1 dan meninggalkan sepeda motor serta jasadnya.

Hendri pun beranjak pergi dan menyetop becak bermotor untuk kembali ke rumahnya.

Atas kejadian tersebut, tak butuh waktu lama, polisi berhasil menangkap Hendri pada Kamis (7/6/2018) sekitar pukul 03.00 WIB di kediamannya di perumahan Ivory.

Karena melawan dan mencoba melarikan diri saat penangkapan, Hendri dihadiahi timah panas oleh petugas.

(cr3/tribun-medan.com)

Artikel ini telah tayang di tribun-medan.com dengan judul Bukan soal Asmara, Hendri Bunuh Rika Gegara Pesanan Bedak Rp 4 Juta!
Editor: nandarson
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help