Menilik Tradisi Unik Penguburan Mayat dengan Cara Digantung di Tebing dari Suku Igorot

Desa ini berlokasi di sebelah utara Luzon, pulau terbesar dan berpenduduk terbesar di Filipina.

Menilik Tradisi Unik Penguburan Mayat dengan Cara Digantung di Tebing dari Suku Igorot
STEVE PATON
Peti mati yang digantung di tebing. 

TRIBUNBATAM.id- Selain suku Toraja yang mempratikkan ritual pemakaman kuno dengan menggantung peti mati di sisi tebung, hal serupa juga dilakukan Suku Igorot di Filipina.

Dikutip dari BBC Indonesia, Jumat (8/6/2018), satu Desa yang masih melaksanakan ritual itu adalah desa terpencil Sagada yang terletak di pegunungan Cordillera.

Desa ini berlokasi di sebelah utara Luzon, pulau terbesar dan berpenduduk terbesar di Filipina.

Untuk sampai ke sana, diperlukan perjalanan 8,5 jam dengan medan yang bergelombang dan berliku dari Manila.

Meskipun begitu menantang, sesampainya di sana akan mendapati tradisi kuno yang menghantui karena hal itu luar biasa.

Panorama Desa Igorot, Filipina. Foto: STEVE PATON

Dalam ritual yang diyakini berasal dari 2.000 tahun yang lalu, orang-orang Igorot mengubur mayat mereka dengan peti mati yang diikat atau disematkan ke sisi tebing dan tergantung tinggi di atas tanah di bawahnya.

Kuburan yang menentang gravitasi ini diyakini membawa mereka yang semakin dekat dengan roh leluhur mereka.

Secara tradisional, para lansia membuat sendiri peti mati mereka dengan memahat kayu lokal dan melukis nama mereka di sisi samping peti.

Halaman
123
Editor: Sri Murni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help