Perkenalan Hendri dan Rika Karina 4 Bulan Silam tapi Berakhir dengan Mayat dalam Kardus

Hendri, pelaku pembunuhan Rika Karina berjalan tertatih-tatih turun dari mobil unit Sabhara Polrestabes Medan

Perkenalan Hendri dan Rika Karina 4 Bulan Silam tapi Berakhir dengan Mayat dalam Kardus
TRIBUN MEDAN
Hendri alias Ahen tersangka pembunuhan Rika Karina di Medan 

Kemudian sampai di Plaza Millenium bertemu dengan korban dan berkenalan dengan meminta No Hp korban. Lalu tersangka membeli dua buah bedak seharga Rp 250 ribu.

"Jadi sekitar 3 Minggu kemudian tersangka menelpon korban dan memesan 7 paket bedak seharga Rp 1,8 juta kemudian dia (pelaku) dan korban (Rika) sepakat bertemu di depan Plaza Millenium. Keduanya bertemu dengan pelaku dan si pelaku memberikan uang panjar sebesar Rp 1 juta 750 ribu kepada korban," ujarnya saat memberikan paparan di Mapolrestabes Medan, Kamis (7/6/2018).

Hendri alias Ahen, pembunuh Rika Karina saat di Mapolrestabes Medan, Kamis (7/6/2018). (TRIBUN MEDAN/M ANDIMAZ)
Hendri alias Ahen, pembunuh Rika Karina saat di Mapolrestabes Medan, Kamis (7/6/2018). (TRIBUN MEDAN/M ANDIMAZ) ()

Lanjut Dadang, korban berjanji barang akan diberikan kepada tersangka paling lambat 4 hari dan empat hari kemudian korban menelpon tersangka bahwa barang pesanan tersangka telah datang.

"Kedua kemudian membuat perjanjian untuk bertemu di depan Plaza Milenium, lalu korban memberikan tujuh tujuh paket bedak pesanan tersangka. Kurang lebih satu bulan kemudian, tersangka ini menelpon korban kembali untuk memesan tujuh paket bedak kepada korban," sambungnya.

Duka Sang Bunda

Ibu mana yang tega melihat anak yang dirawatnya sejak kecil dengan penuh kasih sayang dan cinta, harus tewas dengan cara mengenaskan ditangan orang yang tidak bertanggungjawab.

Hal itulah yang dialami oleh Sarina (47), ibu tiri dari Rika Karina (21) alias Huang Lisya korban pembunuhan yang pembunuhan keji yang terjadi pada Rabu (6/6/2018) sekitar pukul 02.00 WIB dinihari.

Rika ditemukan dalam keadaan mengenaskan, terbungkus dalam tas dan badannya seperti dilipat. Lalu dibungkus dalam kardus popok bayi dan diikat diatas sepeda motor Honda Scoopy dengan pelat nomor BK 5875 ABM yang terparkir di Jalan Karya Rakyat Gang Melati 1, tepatnya di samping gereja HKBP Ampera, Sei Agul.

Sehari setelah kepergian Rika, Sarina mengatakan bahwa semalam ia tidak bisa tidur sama sekali.

Hatinya terus dihantui rasa gelisah memikirkan anak perempuan yang sangat disayanginya tersebut.

Halaman
123
Editor: Rio Batubara
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help