Mistis, Saat Penembakan Presiden Soekarno, Penembak Lihat Dua Bayangan

Dalam cerita lain mengatakan bahwa yang terkena tembak adalah dua polisi, Amoen dan Susilo.

Mistis, Saat Penembakan Presiden Soekarno, Penembak Lihat Dua Bayangan
Tribunnews.com
Ilustrasi 

TRIBUNBATAM.id - Sejarah mencatat, pada 14 Mei 1962 lapangan Istana Merdeka dibuka untuk umum dalam rangka pelaksanaan ibadah Salat Idul Adha.

Sehingga Istana Negara menjadi pusat perhatian banyak warga saat itu.

Soekarno hadir bersama umat muslim yang memenuhi istana dan ikut salat bersama mereka.

Semua terlihat normal dengan penjagaan yang ketat.

Baca: Kisah Miliader Terkikir di Dunia, Biarkan Anaknya Sekarat dan Telinga Cucunya Dipotong Mafia

Baca: Meski Tak Bersenjata Nuklir, Pesawat Pengebom TU-16 TNI AU Ini Sempat Bikin Keder Australia

Baca: Dahsyat, Ternyata Ini Manfaat Minum Campuran Madu dan Bawang Putih Selama 7 Hari Sebelum Sarapan

Salat pun dimulai, namun saat rukuk, tiba-tiba teriakan takbir seorang pria terdengar, disusul suara tembakan.

Pria tak dikenal itu keluar dari barisan pertama dan mengarahkan pistolnya ke Soekarno.

Peluru pertama meleset, mengenai Ketua DPR kala itu, Zainul Arifin.

Peluru kedua ditembakkan dan tetap meleset.

Pelaku adalah seorang kiai yang memimpin pemberontak DI/TII, Moh Bachrum.

Namun ada juga cerita yang mengatakan pelaku bukan Bachrum, namun orang suruhannya.

Halaman
123
Editor: Rio Batubara
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved