Ongkos Angkut Bikin Beras Impor di Kepri Mahal Kalau Lewat Jawa, Gubernur Nurdin Curhat Begini!

Seharusnya beras impor dari Thailand masuk dulu ke Kepri, bukan ke Jawa baru didistribusikan ke Kepri. Ini curhat Gubernur Kepri saat ke Karimun!

Ongkos Angkut Bikin Beras Impor di Kepri Mahal Kalau Lewat Jawa, Gubernur Nurdin Curhat Begini!
Humas Pemprov Kepri
NUrdin saat menengok sawah di Kabupaten Anambas 

TRIBUNBATAM.ID, KARIMUN-Didatangkannya beras impor yang terlebih dahulu melewati Pulau Jawa dan kemudian baru dikirim ke Provinsi Kepri dianggap kurang pas.

Gubernur Kepri, Nurdin Basirun yang menyambangi Karimun beberapa waktu lalu mengatakan dengan menggunakan jalur masuknya beras ke Kepri saat ini, akan memakan ongkos tinggi sehingga menyebabkan harga di masyarakat mahal.

Baca: Inilah Kisah Jenderal Berambut Gondrong Yang Ditakuti Gembong Narkoba Kelas Kakap!

Baca: Viral di Medsos Nyetir Bus Kota! Inilah Perjuangan Perempuan Lia Hidupi Satu Anak dan Pamannya!

Baca: Mengejutkan! Inilah 6 Hal Akan Terjadi di Tubuh Anda Jika Rutin Minum Air Garam Hangat Setiap Hari!

"Kenapa tak langsung aja ke Kepri. Kita lebih dekat kok dari Thailand. Kalau lewat Jawa dulu cost akan semakin tinggi, yang kasihan masyarakat.

Kita bukanlah daerah penghasil," kata Nurdin yang diwawancarai usai berkunjung ke Pasar Puan Maimun, Keluraahan Sei Lakam Timur, Kecamatan Karimun.

Dalam masalah ini, Nurdin menyebutkan dirinya pernah menyurati Pemerintah Pusat

untuk membuat kebijakan khusus bagi Provinsi Kepri yang merupakan wilayah perbatasan Negara yang bukan daerah penghasil beras.

"Saya pernah menyurati minta pada pemerintah pusat. Tapi sampai sekarang belum ada jawaban dari Pemerintah Pusat," ujarnya.

Menurut Nurdin solusi terbaik adalah Pemerintah Pusat dapat memberikan kuota impor beras khusus untuk Kepri.

Terlebih lagi mengenai jarak tempuh, daerah Kepri lebih dekat dengan Thailand dibandingkan Pulau Jawa, yang otomatis akan meringankan biaya pengangkutan.

"Kita punya pelabuhan besar kok di Batam. Jadi dari Thailand bisa masuk Batam dulu dan baru dipecah ke kabupaten kota lain.

Baca: Jangan Takut! Inilah Yang Terjadi di Tubuh Saat Anda Dibius Total!

Baca: Tiket Kapal Anambas-Tanjungpinang Habis, Pemudik Siasati Dengan Naik Feri Anambas-Batam!

Baca: Selama Enam Bulan Sembilan Warga Tewas Kecelakaan di Bintan, Ini Lokasi Rawan Lakalantas!

Jadi ongkos lebih murah. Mudah-mudahan kita membangun komunikasi politik jadi bisa. Kita juga sudah hitung berapa kebutuhan beras kita," tambahnya.

Terpisah, Anggota DPR RI Kepri asal Karimun, Dwi Ria Latifa juga menyampaikan hal yang sama. Menrutnya kebutuhan pokok, terutama beras, di Kepri memang lebih mudah diperoleh dari negara tetangga.

"Memang dilema karena di daerah kita ini perbatasan dan bukan penghasil. Di sini memang kebutuhan pokok lebih mudah didapat dari negara tetangga.

Karena jika mnunggu dari Jawa, Medan atau Pekanbaru maka akan menunggu waktu yang lama sehinga kebutuhan pokok jadi susah dan agak mahal," paparnya saat dijumpai dalam acara silaturahmi dan buka bersama di kediamannya di Kecamatan Tebing.(*)

Penulis: Elhadif Putra
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved